Kapal Cepat Labuan Haji – KSB Tunggu Restu Kemenhub
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur tengah mendorong pengoperasian kapal cepat yang menghubungkan Dermaga Labuan Haji dengan Labuhan Lalar, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, Muhammad Safwan mengatakan, satu unit kapal cepat milik Sekongkang Trans sudah siap melayani rute tersebut.
“Kapalnya sudah siap. Kapasitasnya 55 GT dengan kapasitas muatan sekitar 80 orang,” ujarnya, Rabu, 2 September 2026.
Saat ini, pihak perusahaan masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan untuk memulai operasional. Safwan menyebut, proses perizinan sudah berjalan sejak bulan lalu.
Menurutnya, kapal tersebut juga telah menjalani uji laik laut oleh tim berwenang. Hasil pemeriksaan menyatakan kapal memenuhi aspek kelayakan untuk berlayar.
“Kapalnya sudah uji laik laut oleh tim yang berwenang dan dinyatakan laik laut. Sekarang tinggal menunggu izin dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Safwan berharap, izin tersebut segera terbit sehingga kapal dapat mulai melayani masyarakat dalam waktu dekat. Ia mengatakan Pemkab Lombok Timur terus mendorong proses tersebut agar layanan transportasi antardaerah segera berjalan.
Selain Sekongkang Trans, Safwan menyebut perusahaan lain juga menunjukkan minat untuk membuka layanan kapal cepat dari Dermaga Labuan Haji.
Ia berharap kehadiran operator baru dapat meningkatkan konektivitas laut antara Lombok Timur dan wilayah Sumbawa Barat.
“Untuk sementara satu kapal. Ada juga rencana perusahaan lain yang akan beroperasi di situ. Mudah-mudahan dengan yang ini berjalan, nanti ada lagi perusahaan kapal cepat yang beroperasi,” jelasnya.
Fasilitas Dermaga Bakal Ditingkatkan
Dari sisi dermaga, Safwan memastikan fasilitas Labuan Haji memungkinkan kapal cepat bersandar. Pihaknya juga telah menyiapkan tangga untuk menunjang aktivitas naik turun penumpang.
Pemkab Lombok Timur, lanjutnya, akan mengevaluasi kebutuhan fasilitas setelah layanan berjalan. Jika jumlah penumpang meningkat, pemerintah daerah berencana membangun ponton yang lebih memadai.
“Kalau nanti ada peningkatan muatan, Pemda pasti ke depan membuat ponton yang lebih baik lagi untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang,” katanya.
Sementara itu, Safwan belum dapat memastikan tarif penyeberangan. Penentuan tarif akan mengikuti kebijakan perusahaan setelah kapal mulai beroperasi.
Ia mengatakan Pemkab Lombok Timur juga masih menunggu izin Kementerian Perhubungan sebelum menyampaikan informasi lebih detail mengenai layanan tersebut.
“Yang penting kita tunggu keluar izinnya dulu. Nanti detailnya seperti apa akan kita informasikan lagi,” pungkasnya. (*)




