Sejumlah Madrasah di Kota Bima Rusak Berat, Kemenag Ajukan Perbaikan Bertahap
Kota Bima (NTBSatu) – Sejumlah bangunan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima dilaporkan masih membutuhkan perbaikan infrastruktur secara mendesak.
Keterbatasan anggaran negara membuat proses pembenahan harus dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Meskipun pihak Kemenag telah mengajukan usulan perbaikan untuk seluruh sekolah negeri maupun swasta yang terdampak.
Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, Mansyur menjelaskan, untuk kategori madrasah negeri, terdapat empat sekolah yang membutuhkan perhatian serius di luar proyek perbaikan MTsN 1 dan MTsN 3. Sekolah tersebut meliputi MIN Kota Bima pada gedung bagian barat dan timur. Kemudian, MAN 1 Kota Bima pada sisi selatan dan sebagian gedung timur, serta MTsN 2 Kota Bima yang butuh renovasi menyeluruh.
Selain itu, Mansyur juga menjelaskan kondisi MAN 2 Kota Bima terbilang cukup memprihatinkan. Di mana bangunan bagian barat, timur, dan utara mengalami rusak berat pada struktur bangunannya.
“MAN 2 Kota Bima itu bagian yang baik hanya gedung selatan. Bagian barat, timur, dan utara dalam kondisi rusak berat. Kelihatannya masih bagus dari luar karena pemeliharaan cat rutin. Padahal struktur bangunannya butuh segera renovasi,” kata Mansyur, Selasa, 1 September 2026.
Hampir Seluruh Madrasah Swasta Butuh Perbaikan
Tidak hanya madrasah negeri, kondisi fasilitas di sektor swasta juga memerlukan penanganan serupa. Mansyur menambahkan, hampir seluruh madrasah swasta di Kota Bima saat ini berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat.
Seluruh data tingkat kerusakan sarana dan prasarana tersebut Kemenag masukkan dalam sistem Education Management Information System (EMIS). Kemudian, akan ada pengajuan secara berjenjang dari Kanwil Kemenag Provinsi hingga ke Kementerian PUPR sebagai instansi yang mengeksekusi pembangunan.
“Kita ajukan sesuai dengan kondisi RKB dan sarpras yang tercatat di EMIS. Dari data tersebut kita ajukan ke Kanwil. Lanjut ke Direktur KSKK di Kementerian Agama RI, lalu mengajukan permohonan ke Kementerian PUPR. Eksekusi pembangunan sepenuhnya PUPR yang laksanakan,” jelasnya.
Untuk tahun anggaran 2026, Kota Bima mencatatkan dua lokasi yang mendapatkan program renovasi total, yaitu RA Perwanida II dan MTsN 3 Kota Bima. Khusus di MTsN 3, pengerjaan tidak hanya menyasar renovasi gedung lama, tetapi juga mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru dan satu gedung kantor baru melalui program PHTC yang akan PUPR Provinsi kerjakan. (*)




