Kota Bima

Harga Obat Naik Hingga 20 Persen di Kota Bima, Aturan HET Mulai Tak Realistis

Kota Bima (NTBSatu) – Lonjakan harga obat-obatan dan produk farmasi yang meroket tajam dari pihak distributor. Kenaikan harga yang berkisar antara 10 hingga 20 persen memicu kekhawatiran pelaku usaha di daerah.

Pemilik apotek di Kota Bima, Ilham Akbar mengungkapkan, kenaikan harga ini terjadi secara merata, baik pada produk kiriman distributor asal Surabaya maupun pasokan dari distributor lokal di Bima sendiri. 

Ia menambahkan, kenaikan harga terasa jauh lebih drastis pada produk-produk dengan harga dasar yang sudah tinggi.

IKLAN

“Udah cek untuk yang dari Surabaya aja itu udah naik sepuluh sampai dua puluh persen. Yang di Bima juga udah naik, yang distributor dari Bima sepuluh persen juga,” ujar Ilham pada NTBSatu, Kamis, 18 Juni 2026.

Ilham menyatakan, industri farmasi dalam negeri masih terjebak dalam ketergantungan pada pasokan dari luar negeri. 

Komponen bahan baku impor disinyalir menjadi pemicu utama rantai kenaikan harga hingga ke daerah.

IKLAN

“Kalau rata-rata obat, delapan puluh persen sampai sembilan puluh persen mungkin, itu bahan bakunya dari luar. Terus pabriknya di Indonesia. Kalau dari bahan bakunya aja naik, ya terpaksa barang jadinya juga naik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketetapan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan pemerintah kini sudah tidak realistis dengan harga beli riil di lapangan. 

Akibatnya, barang-barang dengan batch pengiriman baru terpaksa menembus batas eceran tertinggi yang sebelumnya berlaku.

“Kita usahakan enggak jauh-jauh dari HET lah. Soalnya kan HET-nya juga kan kadang tergantung batch biasanya. Tiap batch itu beda-beda HET-nya,” jelas Ilham.

Belum ada pembaruan HET dari pemerintah membuat apotek harus menyesuaikan batas laba secara mandiri.

 “Pemberitahuan langsung ke apotek-apotek belum ada. Jadi sekarang pemerintah pun belum ada aksi untuk menanggapi kenaikan obat. Ya, pemerintah mungkin mengurus obat-obat BPJS. Kalau di sini kan enggak pakai BPJS, jadi belum ada sentuhan langsung,” tuturnya. (*)

Artikel Terkait