Unram Dorong Profesionalitas Pemandu Wisata Tetebatu Lewat “Guiding Book”
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) mendorong peningkatan profesionalitas pemandu wisata Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, melalui penyusunan Guiding Book.
Program ini membantu pemandu lokal memiliki standar informasi yang lebih terarah saat mendampingi wisatawan.
Langkah tersebut hadir seiring perkembangan pariwisata berbasis masyarakat. Keindahan alam dan kekayaan budaya memang menjadi daya tarik utama Tetebatu. Tetapi kemampuan pemandu dalam menyampaikan cerita lokal turut menentukan kualitas pengalaman wisatawan.
Program pengabdian bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pemandu Wisata Lokal Desa Wisata Tetebatu Melalui Pembuatan Guiding Book” menjadi upaya Unram menerapkan pengetahuan akademik untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis masyarakat.
Desa Wisata Tetebatu memiliki sekitar 40 pemandu wisata aktif. Sebelum program berjalan, para pemandu belum memiliki standar informasi yang sama.
Penguasaan materi, penyusunan narasi, hingga teknik penyampaian informasi masih memiliki perbedaan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap buku pedoman bersama menjadi penting.
Susun Panduan Bersama
Unram melibatkan pengelola desa wisata, pemandu lokal, masyarakat, dan mahasiswa dalam proses penyusunan Guiding Book.
Tim memulai kegiatan melalui survei rute wisata, pelatihan penyusunan narasi, Focus Group Discussion (FGD), serta penyusunan dan desain buku.
Proses tersebut mengubah pengetahuan lokal menjadi materi informasi wisata yang lebih terstruktur. Guiding Book memuat informasi atraksi wisata, akomodasi, amenitas, fasilitas pendukung, rute aktivitas, serta narasi pemanduan yang seragam.
Tim juga memanfaatkan teknologi digital seperti laptop, internet, CorelDRAW, dan Canva dalam penyusunan konten serta desain buku.
Teknologi tersebut membantu tim menghasilkan panduan yang praktis sekaligus mudah digunakan oleh pemandu.
Hasil program berupa Guiding Book Desa Wisata Tetebatu yang dapat menjadi rujukan bersama bagi pemandu lokal. Kehadiran buku tersebut membantu pemandu menyampaikan informasi secara konsisten, menarik, dan profesional.
Perkuat Ekonomi dan Identitas
Program Unram tidak hanya menghasilkan buku panduan. Kegiatan ini juga memperkuat keterampilan komunikasi, storytelling, serta pemahaman pemandu terhadap potensi alam dan budaya Tetebatu.
Keterlibatan mahasiswa Program Studi D-III Pariwisata FEB Unram turut memperkuat aspek pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa terlibat dalam dokumentasi, penyusunan materi, hingga perancangan konten Guiding Book.
Program tersebut juga selaras dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 8 atau Decent Work and Economic Growth mendapat dukungan melalui peningkatan kapasitas pemandu, agar mampu memberikan layanan wisata secara lebih profesional sekaligus membuka peluang ekonomi dari sektor pariwisata.
Selanjutnya, SDG 11 atau Sustainable Cities and Communities tercermin melalui penguatan Desa Wisata Tetebatu berbasis identitas lokal.
Pemandu berperan dalam menjaga cerita, budaya, dan karakter masyarakat agar tetap menjadi bagian penting dalam pengalaman wisata.
Program ini juga mendukung SDG 17 atau Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara Unram, pemerintah desa, pengelola wisata, pemandu, masyarakat, dan mahasiswa.
Kemitraan tersebut menjadi fondasi untuk mengembangkan pariwisata yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Melalui Guiding Book, Unram membantu pemandu wisata Tetebatu mengemas kekayaan alam dan budaya lokal menjadi informasi yang lebih terarah.
Upaya tersebut memperkuat kualitas layanan sekaligus menjaga identitas Tetebatu sebagai desa wisata yang bertumpu pada potensi masyarakat dan lingkungan. (*)




