Permukiman Padat dan Kabel Semrawut, Dasan Agung Waspadai Ancaman Kebakaran
Mataram (NTBSatu) – Permukiman padat serta kabel listrik yang semrawut membuat Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran.
Pemerintah kelurahan terus mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, terutama saat menggunakan perangkat listrik.
Lurah Dasan Agung Baru, Iwan Rijaldi mengatakan, pihaknya menyampaikan imbauan melalui kepala lingkungan, ketua RT, serta kader. Langkah tersebut menjadi upaya awal kelurahan menyikapi maraknya kebakaran yang terjadi beberapa pekan terakhir, termasuk kawasan Kota Mataram.
“Kalau dari kita sendiri di kelurahan paling imbauan, tetapi untuk antisipasi dari peralatan belum ada,” ujar Iwan, Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut Iwan, sebagian besar kebakaran yang muncul belakangan ini diduga berkaitan dengan korsleting listrik. Kondisi kabel yang bergelantungan dan tidak tertata turut meningkatkan kekhawatiran, terutama pada kawasan permukiman padat.
13 Lingkungan Padat Penduduk
Kelurahan Dasan Agung memiliki 13 lingkungan. Kepadatan permukiman membuat api berpotensi cepat merambat jika kebakaran terjadi. Karena itu, Iwan meminta warga memperhatikan kondisi instalasi listrik serta segera melaporkan kabel yang berpotensi membahayakan.
Selain mengandalkan imbauan, kelurahan sebenarnya pernah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk setiap lingkungan. Namun, pihak kelurahan kini belum mengetahui kondisi maupun keberadaan seluruh peralatan tersebut.
Iwan menjelaskan, APAR membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. Isi tabung memiliki masa kedaluwarsa sehingga petugas perlu menggantinya agar alat tetap siap pakai saat keadaan darurat.
“APAR itu memang pernah dibagikan ke setiap lingkungan. Tetapi karena tidak ada perawatan, isinya juga ada masa kedaluwarsanya dan harus diganti,” jelasnya.
Kelurahan juga memiliki fasilitas hidran yang berada kawasan Pasar Tradisional Dasan Agung. Namun, Iwan menyebut petugas sudah cukup lama tidak melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas tersebut.
Pemerintah kelurahan berencana melaporkan kondisi APAR dan hidran kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram. Langkah itu bertujuan memastikan seluruh sarana pemadam kembali berfungsi optimal.
“Itu sudah lama kayaknya tidak pernah dikontrol. Makanya besok kita laporkan, semoga bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Iwan juga menyoroti kabel listrik yang masih bergelantungan atas sejumlah rumah warga. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya muncul kawasan Dasan Agung, tetapi juga menjadi persoalan sejumlah wilayah perkotaan.
Kondisi kabel yang tidak tertata berpotensi memicu korsleting, terutama ketika kabel mengalami kerusakan atau saling bersinggungan. Kelurahan pun memilih memperkuat komunikasi dengan warga agar setiap potensi bahaya segera mendapat penanganan.
“Itu juga ada kekhawatiran ke arah sana. Cuma kalau ada persoalan saja baru kita laporkan. Kalau kita minta langsung perawatan kabel dari petugasnya, sepertinya sulit,” pungkasnya. (*)




