Pendaftar Tidak Memenuhi Syarat, KONI Pusat Siapkan Caretaker untuk KONI NTB
Mataram (NTBSatu) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat berencana mengambil alih proses keberlanjutan kepengurusan KONI NTB melalui pembentukan caretaker. Langkah tersebut menyusul belum adanya calon dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB.
Pada pendaftaran calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030 beberapa waktu lalu, terdapat dua orang mendaftarkan diri. Di antaranya: petahana Mori Hanafi dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Namun, keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat, Eko Budi menyampaikan, lantaran tidak ada calon, KONI Pusat akan menurunkan caretaker untuk menyelenggarakan musyawarah olahraga luar biasa (musorprov) yang secara khusus membahas pemilihan Ketua KONI NTB.
“Kalau tingkat provinsi, KONI Pusat yang diturunkan,” ujarnya saat menghadiri Musprov KONI NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia menegaskan, caretaker bertugas dalam waktu relatif singkat. Setelah terbentuk, caretaker akan segera mempersiapkan dan menyelenggarakan musyawarah hingga menghasilkan kepengurusan baru.
“Tidak lama, tidak lebih dari satu bulan,” katanya.
Pembentukan caretaker sendiri masih menunggu laporan hasil proses yang berlangsung di NTB. Hasil tersebut akan dilaporkan kepada KONI Pusat dalam beberapa hari ke depan untuk kemudian diproses dan diterbitkan surat keputusan terkait caretaker.
“Dua-tiga hari lagi hasilnya dilaporkan, diolah, langsung kita keluarkan surat,” ujarnya.
Syarat Calon Mengacu AD/ART
Terkait kemungkinan pencalonan kembali dalam musyawarah mendatang, KONI Pusat menegaskan bahwa setiap calon tetap memiliki kesempatan sepanjang memenuhi ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Yang penting sesuai AD/ART. Boleh nyalon lagi, bebas,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan sejumlah persyaratan yang sebelumnya muncul dalam proses pemilihan KONI NTB, seperti uang pendaftaran maupun keharusan calon pernah memimpin cabang olahraga (cabor), tidak secara eksplisit tercantum dalam AD/ART.
Menurutnya, persyaratan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam proses sebelumnya. Namun, untuk pelaksanaan musyawarah berikutnya, ketentuan teknis akan disesuaikan dengan AD/ART.
“Kalau sesuai AD/ART saja. Nanti tatibnya akan disesuaikan,” jelasnya.
Dengan demikian, calon yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam AD/ART tetap memiliki peluang untuk mencalonkan diri dalam musyawarah mendatang. Tidak terkecuali Mori Hanafi dan Lalu Iqbal.
Musorprov Khusus Pemilihan
Caretaker yang nantinya ditetapkan KONI Pusat tidak akan menjalankan seluruh fungsi kepengurusan dalam jangka panjang. Tugas utamanya adalah menyelenggarakan musyawarah olahraga luar biasa, khususnya untuk proses pemilihan ketua.
“Caretaker itu akan melaksanakan musyawarah luar biasa, khusus pemilihan saja,” ujarnya.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai mekanisme kepengurusan KONI NTB masih menunggu hasil laporan dan proses di tingkat pusat. Pembentukan caretaker belum dinyatakan final sebelum seluruh proses tersebut selesai.
KONI Pusat juga menegaskan belum dapat memastikan langkah berikutnya sebelum menerima dan mengolah laporan resmi dari NTB.
Setelah laporan diterima, KONI Pusat akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk penerbitan surat terkait pembentukan caretaker dan pelaksanaan musyawarah pemilihan KONI NTB.
Terpisah Ketua KONI NTB, Mori Hanafi menyampaikan, lantaran tidak ada calon, pelaksanaan Musprov ini tidak ada pemilihan ketua. Hanya penyampaian laporan pertanggungjawaban dan sebagainya.
“Kalau kita berpedoman pada AD/ART, ini akan sulit dilakukan pemilihan. Karena memang tidak ada calon,” ujar Mori.
Jika proses tersebut berujung pada pengambilalihan, KONI Pusat diperkirakan akan menunjuk caretaker untuk menjalankan tahapan berikutnya. Caretaker nantinya bertugas melakukan penjaringan ulang calon ketua dan menyelenggarakan musyawarah untuk memilih ketua definitif.
Dalam skema tersebut, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) baru akan dibentuk oleh caretaker. Setelah proses penjaringan selesai, musyawarah kembali digelar sesuai mekanisme yang ditetapkan.
“Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai kapan caretaker akan ditetapkan. KONI NTB masih menunggu laporan hasil proses pemilihan dan keputusan dari KONI Pusat,” katanya. (*)




