Lombok TimurPariwisata

Lombok Timur Bersiap Sambut Limpahan Wisatawan MotoGP Mandalika 2026

Lombok Timur (NTBSatu) – Gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika membuka peluang bagi Lombok Timur untuk menerima limpahan kunjungan wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kini mulai menyiapkan penginapan dan destinasi wisata agar mampu menampung wisatawan yang datang selama ajang internasional tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Mirayang mengatakan, MotoGP tahun ini berpotensi menghadirkan sekitar 145 ribu penonton ke Pulau Lombok.

IKLAN

Jumlah itu membuat pemerintah daerah melihat peluang besar bagi wilayah di luar Lombok Tengah, termasuk Lombok Timur.

“Yang betul-betul harus kita siapkan pertama adalah kesiapan penginapan. Perkiraan penonton tahun ini mencapai 145 ribu orang,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, kapasitas akomodasi di Lombok Tengah tidak akan cukup menampung seluruh wisatawan. Karena itu, wisatawan kemungkinan memilih daerah lain sebagai lokasi menginap, seperti Lombok Timur, Lombok Barat, maupun Kota Mataram.

IKLAN

Mirayang menegaskan, Lombok Timur harus mengambil peluang tersebut dengan menyiapkan fasilitas wisata secara maksimal.

Ia berharap, wisatawan tidak hanya menginap, tetapi juga mengunjungi berbagai destinasi yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Pasti mereka akan ke Lotim juga. Ini yang harus kita siapkan,” ujarnya.

Salah satu kawasan yang berpotensi menerima lonjakan wisatawan ialah Kecamatan Sembalun. Kawasan wisata pegunungan itu selama ini menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Terutama wisatawan yang ingin menikmati alam dan melakukan pendakian Gunung Rinjani.

Dampak Kunjungan Wisatawan Meluas

Selain itu, Dinas Pariwisata Lombok Timur juga memperoleh informasi, bahwa wisatawan sudah memesan sebagian besar kamar penginapan di Sembalun untuk periode MotoGP Oktober mendatang. Informasi serupa datang dari sejumlah kawasan wisata lain di Lombok Timur.

Mirayang menyebut, Sembalun memiliki lebih dari 200 kamar yang tersebar di berbagai hotel, homestay, dan penginapan milik masyarakat.

Sejumlah pemilik penginapan mulai menerima pesanan sejak jauh hari menjelang pelaksanaan MotoGP.

“Di beberapa penginapan, baik di wilayah selatan seperti Jerowaru, kemudian Tetebatu, Jeruk Manis dan Sembalun, informasinya sudah banyak yang dipesan menjelang MotoGP Oktober mendatang,” jelasnya.

Selain menyiapkan akomodasi, Dispar Lombok Timur juga mempersiapkan destinasi wisata agar mampu memberi pengalaman bagi wisatawan yang memilih berkunjung ke daerah tersebut.

Pemerintah berharap momentum MotoGP dapat memperluas pergerakan wisata hingga ke wilayah timur Pulau Lombok.

Menurut Mirayang, meningkatnya aktivitas wisata akan memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.

Pelaku usaha homestay, restoran, kuliner, transportasi wisata, hingga pelaku UMKM berpeluang memperoleh tambahan pendapatan dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Sementara itu, Camat Sembalun, Suherman mengatakan, sektor pariwisata di wilayahnya terus menunjukkan perkembangan positif.

Ia melihat wisatawan semakin ramai datang, baik untuk menginap maupun sekadar menikmati berbagai destinasi yang tersedia.

Wisatawan Ramai, Data Belum Terukur

Namun, pemerintah kecamatan belum memiliki angka pasti mengenai total kunjungan wisatawan ke Sembalun. Selama ini, petugas hanya mencatat tingkat hunian penginapan secara manual. Sehingga data tersebut belum menggambarkan jumlah kunjungan secara keseluruhan.

“Kami belum punya instrumen untuk mengukur tingkat kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Yang kita lakukan hanya mengecek tingkat hunian hotel. Itu pun masih manual dan kami juga kekurangan sumber daya untuk melakukannya,” jelasnya.

Meski belum memiliki sistem pendataan yang lengkap, Suherman menilai antusiasme wisatawan terhadap Sembalun terus meningkat. Ia melihat, kondisi itu dari ramainya wisatawan di sejumlah objek wisata setiap akhir pekan.

Wisata petik stroberi, kawasan perbukitan, jalur pendakian, hingga berbagai destinasi alam lain terus menarik minat pengunjung.

Ramainya aktivitas wisata tersebut menjadi indikator positif bagi geliat pariwisata Sembalun menjelang MotoGP 2026.

Pemerintah Lombok Timur kini berharap momentum MotoGP tidak hanya menguntungkan kawasan Mandalika sebagai lokasi utama penyelenggaraan balapan.

Pemerintah juga ingin wisatawan memperpanjang masa tinggal mereka dengan mengunjungi destinasi di Lombok Timur sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*)

Artikel Terkait