Antusias Peserta Tinggi, Seleksi O2SN SD Kecamatan Praya Berjalan Lancar
Lombok Tengah (NTBSatu) – Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, berlangsung lancar dan kondusif, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang penjaringan atlet pelajar, untuk mewakili Kecamatan Praya pada O2SN tingkat Kabupaten Lombok Tengah.
Koordinator Cabang Olahraga Bulu Tangkis, Muhamad Habibi Alwinata mengatakan, antusias peserta, guru pendamping, hingga orang tua dalam pelaksanaan seleksi tahun ini cukup tinggi.
“Alhamdulillah berjalan dengan lancar, aman, apalagi didukung sama pembimbing sama orang tua. Antusiasnya luar biasa,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 19 Mei 2026.
Pada cabang olahraga bulu tangkis, total peserta yang mengikuti seleksi terdiri dari 10 peserta putra dan 9 peserta putri. Para peserta merupakan hasil seleksi dari masing-masing gugus sekolah di Kecamatan Praya.
Habibi menjelaskan, setiap gugus yang terdiri dari beberapa sekolah mengirimkan satu perwakilan putra dan satu putri untuk mengikuti seleksi tingkat kecamatan. “Nanti dari seleksi gugus, diwakili oleh satu orang putra dan satu orang putri,” katanya.
Seleksi tingkat kecamatan ini nantinya menjadi tahap penentuan wakil Kecamatan Praya menuju O2SN tingkat kabupaten, pada awal Juni 2026. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia mengaku telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari.
Mulai dari penentuan lokasi pertandingan, koordinasi dengan pengelola lapangan, hingga penyusunan teknis pelaksanaan bersama guru pembimbing. “Kami persiapkan dari awal, dari tempat lokasi penyelenggaraan sampai koordinasi dengan pihak lapangan dan panitia,” ujarnya.
Kembangkan Bakat Olahraga Siswa Sejak Dini
Ia mengatakan, tidak ada kendala berarti selama persiapan hingga pelaksanaan berlangsung karena seluruh potensi hambatan telah panitia antisipasi sejak awal.
Menurutnya, O2SN memiliki peran penting dalam mencari dan mengembangkan bakat olahraga siswa sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak yang belum tergabung dalam klub olahraga.
“Kalau tanpa adanya O2SN, mungkin guru pendamping tidak tahu bagaimana meneruskan bakat anak-anak di sekolah,” katanya.
Tahun 2026, O2SN tingkat SD mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni atletik, senam lantai, renang, bulu tangkis, dan pencak silat. Namun, jumlah tersebut berkurang daripada tahun sebelumnya.
“Pengurangan cabor. Kalau yang tahun kemarin itu ada karatenya.” jelasnya
Habibi berharap, ke depan semakin banyak cabang olahraga yang terlibat agar lebih banyak bakat siswa dapat terwadahi dan berkembang.
“Untuk seterusnya mudah-mudahan lebih. Bukan hanya cabor bulu tangkis saja, tetapi semua cabor di bidang olahraga untuk anak-anak ini lebih ditingkatkan lagi, cabornya lebih diperbanyak,” tutupnya. (Caca)




