Kota MataramPemerintahan

NIK Warga Miskin Dipakai untuk Judol, Dinsos Mataram Upayakan Korban Tetap Terima Bansos

Mataram (NTBSatu) – Dinas Sosial Kota Mataram menemukan dugaan penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik sejumlah warga penerima Bantuan Sosial (Bansos) untuk aktivitas judi online atau judol.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad mengatakan, sejumlah penerima manfaat bansos terseret catatan transaksi mencurigakan. Namun, sebagian besar warga mengaku tidak pernah bermain judi online.

Menurut Muzakkir, pihak lain menggunakan NIK maupun nomor telepon milik penerima manfaat tanpa sepengetahuan pemilik identitas. Penggunaan tersebut antara lain melibatkan anak atau cucu penerima bansos.

IKLAN

“Banyak warga penerima yang tidak paham judi online. NIK atau nomor teleponnya dipinjam atau disalahgunakan oleh anak atau cucunya,” ujar Muzakkir, Minggu, 30 Agustus 2026.

Selain persoalan identitas, transaksi melalui agen jasa keuangan juga menjadi perhatian Dinsos Mataram. Muzakkir mencontohkan agen seperti BRILink yang menerima setoran tunai tanpa mengetahui tujuan penggunaan dana tersebut.

Menurutnya, sebagian dana kemudian masuk sebagai deposit judi online. Kondisi itu dapat membawa dampak bagi anggota keluarga penerima bansos.

IKLAN

“Begitu transaksi berjalan, yang kena imbas seluruh anggota keluarga,” katanya.

Persoalan tersebut semakin kompleks setelah pemerintah menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) langsung ke rekening pribadi penerima. Sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) milik kementerian kemudian dapat membaca pola transaksi tertentu sebagai aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

Situasi itu membuat penerima bansos yang sebenarnya menjadi korban penyalahgunaan identitas berpotensi ikut terkena dampak.

Karena itu, Dinsos Mataram bersama tim terkait masih melakukan penelusuran dan verifikasi faktual untuk memastikan status masing-masing penerima manfaat.

Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Muzakkir menegaskan, pihaknya berupaya membedakan warga yang sengaja melakukan aktivitas judol dengan warga yang menjadi korban penyalahgunaan NIK.

Dinas Sosial Mataram berharap, proses verifikasi tersebut dapat memastikan bantuan sosial tetap menyasar warga yang benar-benar membutuhkan. Sekaligus mencegah penyalahgunaan identitas untuk aktivitas judi online.

“Tim melakukan verifikasi lagi di lapangan agar warga penerima yang tidak mengetahui adanya penyalahgunaan NIK-nya itu Kami upayakan tetap dapat bantuan sosial,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait