Seorang Warga Terluka, 30 Orang Keluhkan Sakit Usai Kebakaran Desa Sade
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran Desa Adat Sade tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, satu warga mengalami luka ringan setelah tersandung batu.
Selain itu, tim kesehatan mencatat sekitar 30 warga mengalami keluhan kesehatan setelah kebakaran. Keluhan tersebut berupa sakit kepala dan nyeri ulu hati.
Salah seorang Dokter RSUD Provinsi NTB, dr. Dimas mengatakan, tim kesehatan turun untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap warga.
“Kalau luka-luka hanya satu saja sih, sebanyaknya hanya sakit kepala, satu dua hati,” ungkapnya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurutnya, sebagian warga kemungkinan mengalami keluhan akibat kondisi setelah kebakaran. Namun, tim kesehatan juga mempertimbangkan faktor kesehatan sebelumnya.
“30 orang,” ujarnya saat menyebut jumlah warga yang mengalami keluhan sakit kepala.
Dimas mengatakan, tim belum menemukan warga dalam kondisi darurat. Petugas juga belum menemukan korban dengan luka berat.
Seorang Warga Alami Luka Ringan
Sementara itu, salah seorang warga mengalami luka setelah tersandung batu saat berada di sekitar lokasi kebakaran.
Dimas mengatakan, luka tersebut hanya berupa lecet pada bagian tubuh tertentu. Tim kesehatan kemudian langsung memberikan perawatan di lokasi.
“Masih cuma dia tersandung batu, cuma lokal lecet,” katanya.
Ia memastikan luka tersebut tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Tim kesehatan juga tidak menemukan luka robek pada warga tersebut.
Selain warga dewasa, tim kesehatan turut memeriksa seorang anak. Anak tersebut mengalami batuk dan demam.
Namun, Dimas menyebut keluhan anak tersebut kemungkinan sudah muncul sebelum kebakaran. Berdasarkan keterangan ibunya, anak itu sudah sakit selama tiga hari.
“Kalau anak-anak bagaimana? Ada satu tadi dia sakit batuk, pindah ke ajak sama demam,” ujarnya.
Imbau Warga Jauhi Sumber Api
Di sisi lain, tim kesehatan mengingatkan warga mengenai dampak abu dari kebakaran. Abu dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi warga yang masih berada di sekitar lokasi.
Karena itu, Dimas meminta warga memakai masker saat beraktivitas di sekitar kawasan terdampak. Ia juga meminta warga menjauhi sumber api dan area yang masih berbahaya.
“Sebaiknya pakai masker juga, pakai masker,” katanya.
Tim kesehatan akan merujuk warga ke rumah sakit jika menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Namun, hingga pemeriksaan berlangsung, tim belum menemukan warga dalam kondisi gawat darurat.
Tim kesehatan RSUD Provinsi NTB juga berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Pemeriksaan tersebut menyasar warga sekitar dan personel yang bertugas di lokasi kebakaran.
Kebakaran sebelumnya menghanguskan sejumlah rumah warga di Desa Adat Sade. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (*)




