AdvertorialPendidikan

STKIP Tamsis Bima Audit 30 Tim Peneliti untuk Perkuat Mutu Riset Nasional

Bima (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) internal terhadap 30 tim peneliti, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mencakup tim dari skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) serta Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT).

Monev internal tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menjaga kualitas penelitian sekaligus memastikan setiap tim menjalankan riset sesuai target. Proses evaluasi juga berlangsung saat persaingan memperoleh hibah penelitian nasional semakin ketat.

IKLAN

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Tamsis Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd. menjelaskan, evaluasi tersebut menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Monev ini merupakan sistem penjaminan mutu penyelenggaraan penelitian dan pengabdian yang merupakan gambaran konkret dari ketercapaian target serta kesesuaian antara rencana dengan implementasi di lapangan,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Monev berlangsung selama satu hari dengan melibatkan tim peneliti dari wilayah Bima dan Dompu. Evaluasi tersebut sekaligus mendorong keseragaman standar keluaran ilmiah antarkampus sehingga hasil penelitian mampu memenuhi tuntutan akademik yang semakin tinggi.

IKLAN

Kelola 22 Hibah Penelitian

Nanang menyampaikan, STKIP Tamsis Bima telah mengelola 22 hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sepanjang tahun anggaran berjalan. Kampus juga berhasil meloloskan dua tim tambahan melalui seleksi Batch II pada skema PDP.

Capaian tersebut memperkuat posisi STKIP Tamsis Bima sebagai salah satu kampus dengan penerimaan hibah tinggi dalam lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII. Pada tahun sebelumnya, kampus tersebut menempati posisi kedua sebagai penerima hibah terbanyak.

Selain hibah penelitian dan pengabdian, STKIP Tamsis Bima memperoleh pendanaan melalui skema Dana Indonesia Raya untuk empat tim peneliti. LPPM selanjutnya menyiapkan lokakarya internal untuk membantu para peneliti meningkatkan kualitas luaran hingga memenuhi standar publikasi internasional.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., turut menyoroti tantangan perguruan tinggi swasta. Ia menyebut, sekitar 300 perguruan tinggi swasta menghadapi persoalan kolaborasi maupun penurunan jumlah mahasiswa secara drastis.

Menghadapi kondisi tersebut, kampus menyiapkan sejumlah strategi penguatan internal. Strategi itu mencakup peningkatan gaji dan tunjangan dosen serta dukungan bagi 40 dosen yang tengah menempuh pendidikan doktoral.

Kampus juga mendorong para peneliti membawa hasil riset menuju tahap hilirisasi. Langkah tersebut penting karena NTB masih mencatat jumlah perolehan hak paten yang relatif rendah pada kalangan akademisi.

Melalui audit terhadap 30 tim peneliti, STKIP Tamsis Bima berharap hasil riset tidak berhenti pada laporan akademik. Kampus mendorong setiap penelitian menghasilkan publikasi, inovasi, maupun produk yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian Monev internal selanjutnya menghasilkan laporan kemajuan kolektif. Laporan tersebut menjadi salah satu syarat pencairan dana hibah tahap berikutnya sekaligus menjadi sumber data untuk melihat perkembangan produktivitas riset pada kawasan timur Indonesia. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait