Lombok Timur

Kodam Baru di NTB Dibentuk, Butuh 2.400 Bintara dan 22 Ribu Tamtama

Lombok Timur (NTBSatu) – Pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) XXX/Rinambora membuka peluang lebih besar bagi pemuda Lombok Timur (Lotim) untuk menjadi prajurit TNI.

Kehadiran Kodam baru di NTB membuat TNI harus membentuk sejumlah satuan baru. Kondisi itu ikut meningkatkan kebutuhan personel.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lombok Timur, Letkol Inf Hadiyansyah mengatakan, Kodam Rinambora kini berdiri sendiri setelah sebelumnya NTB berada di bawah Kodam IX/Udayana di Bali.

IKLAN

“Dengan dibentuknya Kodam XXX Rinambora itu berarti sudah sah NTB ini berdiri sebagai Kodam sendiri,” kata Hadiyansyah, Selasa, 10 Oktober 2026.

Menurutnya, struktur Kodam Rinambora akan mencakup sejumlah satuan. TNI juga akan membentuk lima batalyon teritorial pembangunan di NTB.

Lima batalyon tersebut masing-masing berada di Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

IKLAN

Pembentukan satuan baru itu membutuhkan tambahan prajurit dalam jumlah besar. TNI pun mulai membuka rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Dengan demikian kita akan melakukan rekrutmen prajurit dengan jumlah yang cukup banyak. Itu sudah berlangsung di Kodim,” ujarnya.

Animo Pemuda Lotim Melonjak

Hadiyansyah menyebut, pemuda yang berusia di atas 18 tahun sudah dapat mendaftar. Peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring sebelum mengikuti validasi data di Kodim. Setelah proses validasi, peserta mengikuti tahapan seleksi pada tingkat Kodam.

Tahun ini TNI juga mengubah batas usia maksimal calon prajurit. “Untuk rekrutmen tahun ini ada perubahan aturan. Tadinya 22 tahun menjadi 26 tahun,” katanya.

Kebutuhan personel dalam pembentukan satuan baru tersebut cukup besar. Khusus NTB, Hadiyansyah menyebut kebutuhan mencapai 2.400 bintara dan 22.000 tamtama.

Kondisi itu ikut meningkatkan animo pemuda Lombok Timur. Hadiyansyah menyebut, jumlah peminat di Lombok Timur kini mencapai sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau secara kalkulasi Lombok Timur di antara tujuh kabupaten ini sudah kenaikan tiga kali lipat dari animo-animo sebelumnya,” ujarnya.

Meski Lombok Timur memiliki jumlah penduduk paling banyak, TNI tidak memberikan jalur khusus bagi pemuda asal daerah tersebut.

Hadiyansyah menegaskan, seluruh peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan lulus setiap tahapan seleksi. Ia mengatakan, kesehatan dan kemampuan fisik menjadi dua modal utama calon prajurit.

“Seorang prajurit kan modal utama itu harus sehat. Kemudian fisik, mempunyai kemampuan fisik. Jangan sampai nanti pada saat menjadi prajurit sakit-sakitan,” tegasnya.

Pelaksanaan seleksi juga tidak lagi mengharuskan seluruh peserta menuju Bali. TNI berencana mendatangkan tim penguji dari Bali ke NTB.

“Direncanakan nanti untuk pelaksanaan tes karena kita ini baru, nanti akan didatangkan testornya dari Bali ke sini,” katanya.

Selain seleksi, TNI juga merencanakan pelaksanaan pendidikan calon prajurit di wilayah Lombok. Pendaftaran rekrutmen tersebut sudah berlangsung dan akan berlangsung hingga Desember 2026.

Hadiyansyah mengingatkan, para pemuda yang mengikuti seleksi untuk menjaga kesehatan dan fisik selama proses pendaftaran. (*)

Artikel Terkait