Naskah Lontar Kuno Ikut Ludes dalam Kebakaran Rumah Adat Sade
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran melanda Rumah Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 Wita. Kobaran api yang membumbung tinggi turut menghanguskan sejumlah naskah lontar kuno.
Setelah api padam, warga menemukan sisa naskah di antara puing rumah salah seorang warga bernama Marwan. Keluarga Marwan menyimpan naskah tersebut secara turun-temurun. Namun, kebakaran membuat sebagian besar koleksi itu ikut musnah.
Marwan mengatakan, warga hanya menyelamatkan sebagian kecil naskah dari lokasi kebakaran. Kondisinya kini rusak dan sulit terbaca.
“Ini naskah Lontar yang menggunakan huruf-huruf Jejawan kuno, cuma ini yang tersisa,” kata Marwan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Marwan mengaku tidak mengetahui usia pasti naskah tersebut. Meski begitu, ia mengetahui keluarganya mewariskan naskah itu dari generasi sebelumnya.
“Naskah kuno ini saya tidak tahu tahun berapanya. Dari saya belum lahir, pokoknya dari nenek moyang kami,” ujarnya.
Menurut Marwan, keluarganya menyimpan beberapa jenis naskah. Salah satunya bernama Rengganis. Selain itu, ia mengaku tidak memahami isi maupun cara membaca tulisan dalam naskah tersebut.
Naskah itu menggunakan huruf Jejawan kuno dan aksara Hanacaraka. Karena itu, Marwan berharap ada pihak yang mampu membacanya.
Marwan juga menyebut daun lontar sebagai bahan utama naskah tersebut. Kebakaran kemudian menghanguskan sebagian besar koleksi bersama rumahnya.
“Dibuatnya dari daun duntal (lontar). Kami tidak tahu mungkin akan kami buang,” katanya.
Tidak Memiliki Replika
Sementara itu, kebakaran juga menyisakan persoalan lain. Keluarga Marwan ternyata tidak memiliki salinan atau replika naskah tersebut.
Menurut Marwan, kondisi itu terjadi karena sedikit orang yang mampu menulis kembali naskah menggunakan aksara tersebut. “Tidak ada replikanya sebenarnya ini. Tapi semoga ada yang bisa tulis ulang,” harapnya.
Karena itu, Marwan berharap pihak yang memahami naskah kuno segera mendokumentasikan sisa koleksi tersebut.
Dengan dokumentasi itu, warga masih memiliki peluang menyelamatkan sebagian pengetahuan dari naskah yang tersisa.
Di sisi lain, Warga Rumah Adat Sade, Jumain, ikut memungut sisa naskah lontar dari lokasi kebakaran. Ia menyebut, naskah tersebut berkaitan dengan tradisi masyarakat.
Menurut Jumain, warga biasanya membacakan naskah lontar dalam sejumlah kegiatan adat dan keluarga.
Kegiatan tersebut antara lain pernikahan, akikah, dan sejumlah acara syukuran masyarakat. “Naskah lontar ini biasanya dibacakan kalau ada acara kayak perkawinan, akikah,” kata Jumain.
Namun, kebakaran membuat warga kehilangan sebagian besar naskah tersebut. Api merusak lembaran lontar hingga sulit terbaca kembali.
“Ini sudah tidak bisa diselamatkan,” kata Jumain sambil menunjukkan sisa naskah lontar yang terbakar sebagian.
Sebagai informasi, saat ini polisi sedang menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran yang melanda rumah Adat Sade. Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Hariyanto mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan pemeriksaan untuk mengetahui sumber api.
Karena itu, Polresta Lombok Tengah belum menetapkan dugaan penyebab kebakaran secara pasti. Hariyanto juga mengatakan, aparat masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi. “Kita menunggu, melihat perkembangan dan keadaan kondisi yang ada,” ujarnya. (*)




