Pemerintahan

Proyek Seaplane NTB Masih Terkendala Izin Pusat

Mataram (NTBSatu) – Proyek seaplane yang menghubungkan antardestinasi wisata di NTB, belum mendapat izin operasional dari Pemerintah Pusat. 

Sebagai informasi, landasan seaplane berlokasi di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah. Tujuannya, Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat, Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, Satonda di Kabupaten Dompu. Kemudian, Gili Tramena di Lombok Utara dan Kawasan Mandalika. 

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar mengatakan, perizinan operasional seaplane tidak hanya berproses di satu kementerian. Tetapi beberapa kementerian sekaligus, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Investasi.

IKLAN

“Saat ini izin pemanfaatan bendungan masih diselesaikan di Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Ervan, kemarin. 

Sebelumnya, pemerintah daerah menargetkan operasional pesawat amfibi ini triwulan kedua 2026. Namun, tegasnya, semua bergantung pada kecepatan proses perizinan di pusat.

“Tergantung izinnya cepat atau enggak, Karena ada izin-izin yang harus diselesaikan, dokumen-dokumen harus dipenuhi,” ujarnya.

IKLAN

Seaplane perdana di NTB ini dikelola oleh PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) dan akan mendarat di Bendungan Batujai, Lombok Tengah. Alasan memilih Bendungan Batujai untuk landasan seaplane ini, agar lebih dekat dengan bandara. 

“Sehingga ketika wisatawan datang ke Lombok dan ingin mengunjungi pulau-pulau tersebut, bisa langsung diantar menggunakan seaplane,” ujarnya.

Investasi Proyek Seaplane NTB

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma juga mengatakan, proses pengadaan pesawat air ini masih berproses di pusat. 

Menyinggung soal kesiapan lokasi pendaratan, ia mengaku, sejak akhir 2025 lalu Pemkab Lombok Tengah sudah bersiap untuk membangun tempat mendarat dengan mengusung konsep alam. Rencananya, akan dibangun ruang tunggu penumpang menggunakan bambu.

“Semua dari konsep alam, dari bambu, kayu, itu untuk fasilitas penumpang menunggu juga. Ada semacam lounge,” katanya.

Rute seaplane ini akan menghubungkan antar destinasi wisata di Bali dan Lombok. Ke depannya, akan terhubung juga dengan destinasi yang ada di NTT, sesuai dengan kesepakatan pada Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.

“Iya tergantung nanti di mana destinasi yang disepakati. Makanya kita sedang mencoba menambah destinasinya,” lanjutnya.

Menurutnya, Gubernur sangat menanti dan mendukung investasi seaplane ini. Menyinggung soal besaran nominal investasi, Irnadi mengaku belum mengetahui karena masih dalam tahap awal diskusi. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button