Nasional

Rupiah Melemah, Warganet Bandingkan Habibie dan Prabowo Usai Pernyataan soal Dolar Viral

Mataram (NTBSatu) – Warganet ramai membandingkan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-3 Indonesia, B. J. Habibie setelah pernyataan soal dolar Amerika Serikat (AS) viral di media sosial.

Video lawas B. J. Habibie kembali ramai beredar, usai publik menyoroti ucapan Prabowo mengenai dampak pelemahan rupiah bagi masyarakat desa.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube Metro TV, Habibie menjelaskan, situasi berat saat Indonesia menghadapi krisis moneter 1998. Habibie menyebut inflasi tinggi, suku bunga melonjak, hingga nilai rupiah yang jatuh mendekati Rp20 ribu per dolar AS.

IKLAN

Kondisi tersebut memunculkan antrean panjang, kelangkaan bahan makanan, dan peningkatan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karena situasi ini, Habibie mengaku, memilih fokus pada pemulihan ekonomi rakyat dibanding proyek lain yang menurutnya belum mendesak.

“Saya kan menghadapi inflasi tinggi, suku bunga tinggi, nilai rupiah anjlok hanya 20 persen dari nilainya, sudah melampaui Rp16.000, mau ke Rp20.000. Orang antri, makanan kurang, PHK banyak, itu kan lebih penting dari pesawat terbang itu. Saya dahulukan ini dulu, jadi saya ngalah untuk menang, yang menang itu siapa, rakyat,” ujar Habibie.

Sementara itu, pernyataan Prabowo dalam video lain ikut memicu perdebatan di media sosial. Dalam tayangan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyebut, masyarakat desa tidak terlalu terpengaruh oleh nilai tukar dolar, karena tidak menggunakan mata uang asing dalam aktivitas sehari-hari.

IKLAN

“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar, yang pusing yang itu yang suka ke luar negeri,” kata Prabowo.

Warganet Soroti Rupiah Melemah

Perbandingan kedua tokoh tersebut memunculkan beragam reaksi dari publik. Sebagian warganet menilai, Habibie menunjukkan perhatian besar terhadap dampak krisis ekonomi bagi masyarakat.

Selain membahas soal pelemahan rupiah, warganet juga menyoroti prioritas anggaran pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut menjadi bahan perbincangan di tengah kebijakan efisiensi anggaran negara.

“Pak B.J. Habibie menjual ambisinya demi rakyat, tetangga mempertahankan MBG-nya demi ambisi 2029,” komentar akun @musaffir08.

Komentar lain turut menyinggung besarnya anggaran program pemerintah saat kondisi ekonomi nasional menjadi perhatian publik.

“Kok presiden yang sekarang di era efisiensi tetap gacor anggaran program MBG-nya ya,” tambah akun @_ahmadriduan11.

Perdebatan mengenai rupiah melemah dan respons pemerintah terus berkembang di media sosial. Banyak warganet kembali mengunggah potongan video lama Habibie, sebagai pembanding terhadap situasi ekonomi Indonesia saat ini. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button