Ribuan KK di Kota Bima Berpotensi Terdampak Kekeringan
Kota Bima (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima memetakan sebanyak 1.952 Kepala Keluarga (KK) atau 5.604 jiwa berpotensi menghadapi krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD, ancaman kekeringan ini tersebar di 14 kelurahan yang berada dalam lima wilayah kecamatan.
Kepala BPBD Kota Bima, A. Faruk menegaskan, pendataan rinci hingga tingkat RT dan lingkungan ini menjadi acuan utama pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
“Data ini menjadi dasar pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi. Terutama penyediaan bantuan air bersih apabila kondisi kekeringan semakin meluas,” kata Faruk pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Data KK Terdampak
Kecamatan Rasanae Barat mencatatkan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 656 KK atau 2.029 jiwa. Rinciannya meliputi Kelurahan Paruga sebanyak 397 KK (1.217 jiwa), Kelurahan Pane 231 KK (720 jiwa). Dan Kelurahan Tanjung 28 KK (92 jiwa).
Sementara itu, di Kecamatan Raba, potensi kekeringan mengancam 544 KK atau 1.608 jiwa yang tersebar di Kelurahan Penanae (347 KK), Kelurahan Kendo (172 KK), serta Kelurahan Rontu (25 KK).
Untuk wilayah Kecamatan Asakota, terdapat 351 KK atau 903 jiwa terdampak yang tersebar di Kelurahan Jatibaru (226 KK), Melayu (80 KK), dan Jatiwangi (45 KK).
Wilayah Kecamatan Mpunda mencatat 368 KK atau 968 jiwa di Kelurahan Manggemaci (134 KK), Sambinae (120 KK), Monggonao (74 KK), dan Panggi (40 KK). Kemudian di Kecamatan Rasanae Timur, Kelurahan Kodo mencatat 33 KK atau 96 jiwa berpotensi terdampak.
Ajukan Permohonan Bantuan Distribusi Air ke BWS
Faruk menjelaskan, pihak BPBD telah mengajukan permohonan bantuan armada distribusi air bersih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).
BPBD menempuh langkah ini karena armada tangki air milik BPBD saat ini sedang mengalami kerusakan operasional. Selain BWS, pengerahan armada tangki air juga melibatkan lintas instansi.
Meski demikian, Faruk menilai kondisi kemarau tahun ini jauh lebih terkendali daripada tahun-tahun sebelumnya. Beroperasinya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Dara, Jatiwangi, dan Ule terbukti ampuh memperluas jaringan air bersih warga.
“Kami tetap mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih. Segera melapor apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga bantuan bisa segera kami salurkan,” tandasnya. (*)




