Bayu Novrian Dinata Resmi Dilantik Jadi Kajari Lombok Tengah
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah kini memiliki pimpinan baru. Bayu Novrian Dinata resmi menjabat sebagai Kepala Kejari Lombok Tengah menggantikan Putri Ayu Wulandari yang mendapat promosi sebagai Kepala Kejari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Wahyudi mengambil sumpah dan melantik Bayu di Aula Kejati NTB, Mataram, Senin 10 Agustus 2026.
Prosesi tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita dan kemudian menggelar acara pelepasan dan ramah tamah serah terima jabatan pada Senin malam.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah Alfa Dera membenarkan pergantian pimpinan tersebut.
“Prosesi pelantikan di Kejati NTB tadi pagi berjalan lancar. Malam ini akan dilanjutkan dengan pelepasan dan ramah tamah serah terima jabatan,” kata Alfa, Senin 10 Agustus 2026.
Bawa Formasi Baru
Pergantian pimpinan juga membawa penyegaran pada sejumlah posisi struktural di Kejari Lombok Tengah.
Beberapa kepala seksi mendapat tugas baru, sedangkan sejumlah pejabat lain tetap menjalankan tugasnya. Penyegaran terutama menyasar jajaran kepala seksi pada bidang tindak pidana khusus serta perdata dan tata usaha negara (Datun).
Alfa mengatakan formasi baru tersebut akan memperkuat koordinasi antarbidang.
Sejumlah pejabat baru juga sudah memiliki pengalaman bekerja bersama dalam penugasan sebelumnya. Menurut Alfa, pengalaman tersebut membuat mereka lebih mudah membangun koordinasi.
“Hampir rata-rata para kepala seksi yang baru ini pernah bertugas bersama sebelumnya. Chemistry dan rekam jejak kerja sudah terbentuk,” ujarnya.
Formasi baru Kejari Lombok Tengah juga membawa pengalaman dari sejumlah perkara besar.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lombok Tengah pernah masuk dalam tim jaksa penuntut umum yang menangani perkara narkotika dengan terdakwa mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa.
Wahyudi, yang kini memimpin Kejati NTB, juga pernah menangani perkara tersebut saat bertugas di Jakarta.
Alfa menilai pengalaman itu menjadi bagian dari rekam jejak profesional jajaran baru Kejari Lombok Tengah.
“Pengalaman dalam menangani perkara besar tentu menjadi bagian dari pengalaman profesional. Namun, yang paling penting adalah bagaimana pengalaman tersebut diterapkan untuk menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan sesuai ketentuan hukum,” katanya.
Fokus Awasi PAD
Di bawah kepemimpinan Bayu, Kejari Lombok Tengah juga akan memperkuat koordinasi antarbidang dalam pengawasan pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Seksi Intelijen akan menyuplai data dan informasi kepada bidang lain untuk membantu proses analisis dan penanganan perkara.
Kejari Lombok Tengah juga menaruh perhatian pada potensi kebocoran penerimaan daerah. Pengawasan mencakup sektor retribusi, parkir, serta berbagai sumber PAD lainnya.
“Bank Data Intelijen akan memberikan full support kepada bidang Pidsus maupun Datun untuk memetakan potensi persoalan, termasuk potensi kebocoran penerimaan daerah,” ujar Alfa.
Menurutnya, kejaksaan tidak hanya mengandalkan penindakan untuk mengawasi PAD. Kejari Lombok Tengah juga mendorong pencegahan dan perbaikan tata kelola agar penerimaan daerah meningkat.
Dengan kepemimpinan Bayu Novrian Dinata dan formasi baru, Kejari Lombok Tengah rencananya akan memperkuat kerja lintas bidang. Jajaran kejaksaan juga akan menjalankan fungsi penegakan hukum, pencegahan, serta pengawasan tata kelola pemerintahan di Lombok Tengah. (*)




