Siapkan Sekolah Rakyat Permanen, Pemkab Sumbawa Rampungkan AMDAL
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Saat ini, pemerintah memasuki tahap penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sekaligus menyiapkan infrastruktur pendukung dan calon peserta didik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Drs. Iwan Sofian mengatakan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim terus menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Sementara itu, Dinas Sosial memusatkan perhatian pada penyiapan calon siswa.
Iwan menjelaskan, proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen kini memasuki tahap penyusunan AMDAL. Menurutnya, setiap OPD menjalankan peran sesuai kewenangan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
“Sekolah Rakyat permanen sekarang memasuki tahap penyusunan AMDAL. Dinas Sosial menjadi bagian dari tim dan terus mengikuti perkembangan yang dikerjakan oleh OPD teknis,” katanya, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia menambahkan, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan anggaran untuk memenuhi kewajiban daerah. Pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut untuk penyusunan AMDAL, pembangunan akses jalan menuju lokasi sekolah, serta penyediaan sumber air bersih.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus memperkuat koordinasi agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.
Seleksi Siswa Sudah Rampung
Di sisi lain, Dinas Sosial juga mempercepat penyiapan calon peserta didik. Iwan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Paramita Mataram untuk memenuhi kebutuhan Sekolah Rakyat.
Pemerintah pusat memberikan kuota awal sebanyak 30 siswa jenjang sekolah dasar bagi Kabupaten Sumbawa. Tim kemudian melakukan verifikasi terhadap 56 calon siswa yang berasal dari berbagai kecamatan.
Tim melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Kecamatan (PSK), dan tim verifikasi tingkat kabupaten dalam proses tersebut. Setelah menyelesaikan verifikasi, tim menetapkan 30 anak yang memenuhi seluruh persyaratan.
“Seluruh calon siswa berasal dari kelompok masyarakat desil satu dan desil dua yang menjadi prioritas program Sekolah Rakyat,” jelas Iwan.
Sambil menunggu pembangunan sekolah permanen selesai, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan mengirim 30 calon siswa tersebut ke Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Lombok Utara.
“Mereka akan belajar lebih dahulu di sekolah rintisan. Setelah Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sumbawa mulai beroperasi, mereka akan melanjutkan pendidikan di sana,” pungkasnya. (*)




