DAK Tahap I Cair, Pemkab Sumbawa Mulai Kerjakan Proyek Air Minum dan Sanitasi
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi memulai tahap pelaksanaan Program Air Minum dan Sanitasi (AmSan).
Proyek tersebut senilai lebih dari Rp8 miliar. Anggarannya bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.
Pada tahap pertama anggaran cair sebesar 25 persen dari total keseluruhan. Pencairan dana ini memberi kepastian terkait pembangunan sarana air bersih dan sanitasi yang masyarakat kerjakan serentak di 10 desa. Program ini menargetkan 1.088 sambungan rumah hingga Oktober 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan mengatakan, Pemkab Sumbawa akan mengawal proses pengerjaan proyek tersebut. Tujuannya, agar bisa selesai sesuai target.
“Masyarakat di 10 desa menyambut program ini dengan antusias,” kata Sofyan, Jumat, 19 Juni 2026.
Ia berharap, program AmSan ini bisa memperluas akses air layak bagi warga. “Kami optimis target terpenuhi sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Pusat mencairkan dana tahap pertama sejak awal Juni. Setelah cair, Pemkab Sumbawa langsung menyalurkan dana tersebut ke rekening Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana kegiatan di masing-masing desa.
“Pencairan tahap pertama sebesar 25 persen sudah pemerintah selesaikan. Dana tersebut langsung masuk ke rekening KSM, sehingga dapat segera memulai pekerjaan fisik di seluruh lokasi penerima program,” ujarnya.
Program ini merupakan upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum layak dan sanitasi yang sehat. Pemerintah membangun infrastruktur dasar melalui program ini.
Ia berharap, program ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran. Serta, bisa menurunkan angka penyakit berbasis air kotor.
“Masyarakat akan mendapat manfaat langsung dari pembangunan ini. Kami berkomitmen menjaga kualitas air yang mengalir ke rumah warga,” katanya.
Menurutnya, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang masyarakat bentuk dan tim fasilitator dampingi melaksanakan pekerjaan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Kami menerapkan pola pembangunan berbasis masyarakat agar warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga warga terlibat langsung dalam proses pembangunan dan pengawasannya,” katanya.
Targetkan Tahap Pertama Selesai Juli 2026
Sofyan menjelaskan, KSM menargetkan penyelesaian pekerjaan tahap pertama pada awal Juli mendatang. Setelah progres fisik memenuhi ketentuan, pemerintah akan melanjutkan pencairan tahap kedua sebesar 45 persen untuk mempercepat pembangunan.
“Target kami awal Juli progres tahap pertama sudah selesai. Sehingga pemerintah dapat segera melakukan pencairan tahap kedua untuk menjaga percepatan pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Selanjutnya, pemerintah akan mencairkan dana tahap ketiga sebesar 30 persen setelah capaian pekerjaan memenuhi persyaratan yang pemerintah pusat tetapkan. Pemkab menargetkan seluruh kegiatan tuntas pada Oktober 2026.
“Kami optimistis seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal. Dengan pengawasan yang baik, KSM sangat mungkin mencapai target penyelesaian 100 persen pada Oktober,” tegasnya.
Program DAK AmSan Tahun 2026 mencakup pembangunan jaringan distribusi air minum, pemasangan sambungan rumah, pembangunan fasilitas MCK, hingga pembangunan reservoir sebagai sarana penampungan air.
Pemerintah membangun komponen-komponen ini sesuai kebutuhan desa. KSM mengerjakan setiap komponen dengan pendampingan teknis. Masyarakat mendapat akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.
Untuk sektor air minum, program menyasar enam desa penerima, yakni Desa Simu dan Desa Brangkolong di Kecamatan Plampang, Desa Sampe Kecamatan Rhee, Desa Kuki Kecamatan Moyo Utara, Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu, serta Desa Ledang Kecamatan Lenangguar.
Program ini menargetkan 869 sambungan rumah dengan total anggaran sekitar Rp5,3 miliar. KSM di enam desa mengerjakan pembangunan jaringan dan sambungan. Masyarakat di enam desa akan menikmati air bersih langsung ke rumah. Pemerintah mengalokasikan anggaran sesuai RKM masing-masing desa.
Sektor Sanitasi
Sementara pada sektor sanitasi, program menyasar Desa Sukamulia Kecamatan Labangka, Desa Tatede Kecamatan Lopok, Desa Bale Brang Kecamatan Utan, dan Desa Jurumapin Kecamatan Buer. Sebanyak 219 sambungan rumah menjadi sasaran layanan dengan alokasi anggaran sekitar Rp3,1 miliar. KSM di empat desa membangun fasilitas MCK dan sistem pembuangan.
“Masyarakat mendapat sanitasi yang lebih sehat. Targetnya bisa menurunkan penyakit diare dan stunting melalui,” katanya.
Sofyan menegaskan, KSM mengacu pada Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan melaksanakan seluruh kegiatan berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) yang para pihak sepakati.
“Setiap pekerjaan memiliki perencanaan yang jelas melalui RKM dan fasilitator akan terus mendampingi agar kualitas pembangunan sesuai standar yang pemerintah tetapkan,” tambahnya.
Selain memperoleh dukungan dari DAK, Kabupaten Sumbawa juga mendapatkan tambahan program sanitasi dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2026.
Pemerintah melaksanakan program tersebut di Kelurahan Brang Biji dengan nilai anggaran sekitar Rp260 juta dan target 20 sambungan rumah.
Paket kegiatan tersebut meliputi pembangunan reservoir, jaringan distribusi air minum, serta fasilitas MCK guna memperkuat layanan sanitasi bagi masyarakat.
“Harapan kami, seluruh infrastruktur yang DAK dan DAU bangun ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, meningkatkan akses layanan dasar, serta mendukung kualitas hidup masyarakat Sumbawa yang lebih baik,” tutupnya. (*)




