HiburanSumbawa

Festival Selawat dan Lagu Pop Daerah Sumbawa Berakhir, Bupati Nilai Seni Tradisi Perkuat Budaya dan Ekonomi

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Festival Selawat dan Lagu Pop Daerah Sumbawa menutup rangkaian kegiatan dengan kemeriahan yang menyatukan seni, budaya, dan syiar Islam. Ribuan warga memadati Lapangan Samba Koni, Kecamatan Lape, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Mereka menikmati penampilan para finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menutup festival tersebut secara resmi. Ia mengaku bangga melihat kualitas para finalis. Menurutnya, setiap peserta menampilkan kemampuan vokal, penghayatan, dan penampilan panggung yang sama kuat. Kondisi itu membuat persaingan berlangsung ketat hingga babak akhir.

Apresiasi untuk Penampilan Finalis Jarot mengaku larut dalam suasana ketika para finalis melantunkan selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. Penampilan itu, menurutnya, menghadirkan suasana religius sekaligus memperlihatkan bakat generasi muda Sumbawa.

IKLAN

“Saya bangga mendengar seluruh peserta yang tampil malam ini. Saya merinding, bahkan terharu hingga meneteskan air mata saat mendengar lantunan pujian kepada Nabi Muhammad saw.,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas para peserta. Mereka memadukan kemampuan vokal dengan koreografi dan busana bermotif khas Sumbawa. Menurut Jarot, langkah itu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat.

Karena kualitas peserta sangat merata, ia mengaku sulit memprediksi siapa yang layak menjadi juara. Ia menilai seluruh finalis telah memberikan penampilan terbaik.

Festival Budaya Gerakkan Ekonomi

Jarot juga menyoroti dampak ekonomi selama festival berlangsung. Ramainya pengunjung memberi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan. Kondisi itu menunjukkan bahwa festival budaya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas ruang promosi bagi produk lokal.

Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat terus menjaga agenda tersebut. Menurutnya, setiap kecamatan memiliki kekayaan budaya yang layak dikenalkan melalui festival serupa.

Sebelum menutup acara, Jarot menyampaikan apresiasi kepada panitia dan dewan juri yang menjaga kualitas penyelenggaraan festival. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang. Menurutnya, prestasi itu perlu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan seni dan budaya Sumbawa.

Festival ini melanjutkan rangkaian kegiatan yang sebelumnya dibuka Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Pada pembukaan, Ansori mengajak masyarakat menjadikan festival sebagai ruang pembinaan generasi muda melalui seni, budaya, dan nilai-nilai keislaman. Ia juga menilai kegiatan tersebut mampu memperkuat jati diri daerah sekaligus memberi ruang bagi pelaku seni lokal untuk terus berkembang.

Malam penutupan memperlihatkan tujuan itu mulai terwujud. Ratusan peserta tampil percaya diri di hadapan ribuan penonton. Antusiasme masyarakat juga menggerakkan aktivitas UMKM di sekitar lokasi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa festival budaya tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumbawa. (*)

Artikel Terkait