26 Mahasiswa UGM KKN di Pulau Medang, Wabup Ansori Dorong Program Menyentuh Warga
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Sebanyak 26 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengabdi selama 50 hari di Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas.
Program pengabdian tersebut menyasar Desa Bugis dan Desa Bajo sebagai kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, KKN menjadi ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Melalui KKN ini, adik-adik mahasiswa akan melihat langsung berbagai potensi dan tantangan yang ada di masyarakat. Ini menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus mengabdikan ilmu yang dimiliki,” kata Wabup Ansori, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menilai, Pulau Medang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi.
“Kehadiran mahasiswa harus mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat serta mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan, para peserta KKN bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka juga memiliki peran sebagai mitra pembangunan masyarakat desa.
“Mahasiswa harus hadir sebagai penggerak, pendamping, sekaligus mitra masyarakat dalam membangun desa,” tegasnya.
Ia meminta seluruh program kerja yang telah disusun dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Tujuannya, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
“Buatlah program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program yang baik adalah program yang mampu menjawab persoalan yang mereka hadapi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar para mahasiswa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat memiliki dampak yang jauh lebih berkelanjutan.
“Jangan hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Upaya pemberdayaan masyarakat jauh lebih penting karena mampu menciptakan kemandirian,” ungkapnya.
Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pengabdian lintas disiplin ilmu. Program tersebut mencakup bidang sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata kampus kepada daerah. (*)




