Advertorial

Baznas NTB Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Pelatihan Menjahit hingga Pembuatan Roti

Mataram (NTBSatu) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB terus memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program pelatihan keterampilan.

Setelah menggelar pelatihan tukang las dan tukang bangunan, kali ini Baznas NTB menghadirkan pelatihan service AC, menjahit, dan pembuatan olahan roti. Kegiatan berlangsung selama dua hari di SMKN 4 Mataram mulai Rabu, 29 Juli 2026.

Puluhan peserta dari berbagai daerah di NTB mengikuti pelatihan tersebut. Program ini menjadi bagian dari upaya Baznas NTB untuk mencetak sumber daya manusia yang terampil, produktif, serta mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

IKLAN

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, pelatihan vokasional menjadi strategi jangka panjang Baznas NTB.

Hal ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai pelatihan vokasional yang telah kami laksanakan sebelumnya, seperti pelatihan tukang las dan tukang bangunan. Kini kami memperluas jenis keterampilan agar semakin banyak mustahik memiliki peluang untuk bekerja maupun berwirausaha sesuai potensi dan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Menurut Iqbal, Baznas NTB memiliki visi mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki. Melalui peningkatan keterampilan, penerima zakat memiliki kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi hingga kelak mampu menunaikan zakat.

Pelatihan Jadi Bekal Membangun Usaha

Iqbal menegaskan, Baznas NTB tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan. Karena itu, pelatihan keterampilan terus menjadi salah satu program prioritas lembaga tersebut.

“Baznas tidak hanya hadir memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Harapan kami, peserta yang hari ini menerima manfaat suatu saat mampu menjadi orang yang memberi manfaat kepada orang lain melalui zakatnya,” katanya.

Ia menilai keterampilan service AC, menjahit, dan pembuatan roti memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Bekal kompetensi serta pendampingan mampu membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Baznas NTB juga mengarahkan pemanfaatan dana ZIS untuk program yang menghasilkan manfaat jangka panjang. Melalui pendekatan tersebut, lembaga ini ingin mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sekaligus memperkuat kemampuan ekonomi mustahik.

“Keberhasilan pengelolaan zakat bukan hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari seberapa banyak mustahik yang berhasil mandiri, memiliki penghasilan tetap, bahkan pada akhirnya menjadi muzakki. Itulah ukuran keberhasilan pemberdayaan yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Baznas NTB berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar setiap keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Melalui rangkaian pelatihan vokasional yang terus berlanjut, mulai dari tukang las, tukang bangunan, service AC, menjahit, hingga olahan roti, Baznas NTB optimistis mampu melahirkan lebih banyak masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

Program tersebut juga mendukung upaya mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait