Wabup Lombok Tengah Siapkan Tiga Langkah Kendalikan Inflasi, Perkuat Kemitraan hingga Pengawasan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menyiapkan tiga langkah utama untuk menjaga inflasi daerah tetap terkendali.
Langkah tersebut meliputi penguatan kemitraan dengan produsen, peningkatan pengawasan distribusi pangan, serta kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan komoditas.
Wakil Bupati Lombok Tengah, M. Nursiah mengatakan, pengendalian inflasi menjadi tanggung jawab bersama melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan kepala daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Menurutnya, ketersediaan komoditas pangan menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas harga di daerah. Karena itu, pemerintah terus memantau produksi berbagai komoditas agar pasokan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Produksi di Lombok Tengah menjadi ukuran ketersediaan. Dari situ kita bisa melihat apakah inflasi meningkat atau tetap aman,” ujarnya, Kamis 30 Juli 2024.
Tiga Langkah Utama
Nursiah menjelaskan, langkah pertama yang pemerintah lakukan ialah memperkuat kemitraan antara produsen dengan pelaku usaha. Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan OPD terkait diminta lebih proaktif membina sekaligus memfasilitasi kerja sama tersebut.
Komoditas yang menjadi perhatian meliputi beras, cabai, sayur-mayur, kedelai, daging, hingga telur. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan masyarakat agar harga tetap stabil.
Langkah kedua, pemerintah akan memperkuat pengawasan terhadap distribusi komoditas pangan. Menurut Nursiah, pengawasan perlu melibatkan berbagai daerah, terutama untuk komoditas seperti cabai yang dibudidayakan di sejumlah kabupaten di Pulau Lombok.
“Kalau cabai, semua daerah di Lombok punya budidaya. Karena itu perlu pengawasan dan koordinasi antarkabupaten agar pasokan tetap terjaga,” katanya.
Selanjutnya, Pemkab Lombok Tengah mendorong kerja sama dengan daerah lain melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama itu bertujuan memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas harga ketika terjadi lonjakan permintaan.
Nursiah menambahkan, dinamika global dan kebijakan pemerintah pusat turut memengaruhi kondisi perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus menyesuaikan kebijakan pengendalian inflasi dengan perkembangan yang terjadi di tingkat nasional.
“Dengan tiga langkah tersebut, kami berharap pengendalian inflasi di Lombok Tengah dapat berjalan lebih optimal dan ketersediaan pangan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya. (*)




