Lombok Barat

Pemkab Lombok Barat Anggarkan Rp3,5 Miliar untuk Percepatan Penanganan Stunting

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar, untuk penanganan stunting 2026.

Anggaran tersebut untuk intervensi spesifik berupa pemberian susu PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) bagi anak yang mengalami stunting.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, S.Th.I., mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menyentuh langsung akar persoalan stunting di masyarakat.

“Yang dianggarkan itu Rp3,5 miliar. Fokusnya khusus untuk stunting, terutama pemberian susu PKMK sesuai arahan Peraturan Menteri Kesehatan,” jelasnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menegaskan, anggaran tersebut menjadi salah satu yang terbesar di NTB untuk intervensi langsung penanganan stunting.

Menurutnya, selain program lain yang tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), alokasi Rp3,5 miliar ini merupakan dana yang benar-benar spesifik.

“Anggaran yang langsung menyentuh itu ya baru kita, Rp3,5 miliar untuk susu. Yang lain mungkin ada, tapi tidak sebanyak Lombok Barat,” ujar UNA, sapaan Wakil Bupati Lombok Barat.

Pemerintah daerah, katanya, menargetkan penurunan angka stunting hingga 9 persen, bahkan sesuai arahan Bupati Lombok Barat, turun hingga 6 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM., menambahkan, selain stunting, Pemkab juga memberi perhatian serius pada isu kesehatan ibu dan anak.

“Angka kematian ibu tahun 2025 tercatat 12 kasus, target kita 2026 turun menjadi 8, bahkan kalau bisa lebih rendah. Angka kematian bayi tahun 2025 ada 70 kasus, target 2026 menjadi 60,” ungkap Erni kepada NTBSatu.

Menurut Erni, Pertemuan Pembekalan dan Monitoring Bidan Ibu Asuh Balita Berisiko Stunting di Kabupaten Lombok Barat ini menjadi langkah penting pemerintah daerah membangun sistem yang kuat dan terintegrasi.

Hal ini dalam rangka menekan stunting, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Lombok Barat secara menyeluruh.

“Pertemuan hari ini penting untuk sama-sama membangun sistem dalam pencegahan stunting ke depannya, terkhusus di Kabupaten Lombok Barat,” tutup Erni. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button