Komisi IV DPRD Lobar Nilai Pemkab Responsif Tangani Bencana
Lombok Barat (NTBSatu) – Komisi IV DPRD Lombok Barat (Lobar) menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menunjukkan respons cepat dan kehadiran nyata dalam menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah. Khususnya, dalam menangani bencana banjir dan angin puting beliung dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Muhali menilai, langkah-langkah Pemerintah Daerah (Pemda) sangat sigap turun ke lapangan sejak bencana terjadi.
“Kalau saya melihat, Pemda dalam hal ini sangat responsif melihat kondisi bencana di beberapa titik. Begitu ada bencana, Pemda hadir, DPR juga hadir di tengah masyarakat,” ujar Muhali kepada NTBSatu, Selasa, 27 Januari 2026.
Muhali mencontohkan, penanganan bencana banjir di wilayah Sekotong dan sekitarnya yang ia nilai sudah berjalan baik. Bahkan, Bupati Lombok Barat bersama jajaran terkait langsung turun ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan tersalurkan.
Catatan dari Dewan
Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat bencana lain di luar banjir yang perlu mendapat perhatian serius. Khususnya, rumah warga yang rusak akibat angin kencang.
“Ada beberapa rumah warga yang atapnya diterbangkan angin, seperti di Kecamatan Narmada, Dusun Otak Ree, Desa Buwun Sejati. Sampai sekarang belum ada penanganan, padahal cuaca masih hujan dan barang-barang warga terancam rusak,’’ ujarnya.
Muhali meminta agar proses penanganan, terutama oleh BPBD, tidak berlarut-larut dan terlalu terpaku pada prosedur administrasi.
“Kalau memang sudah ada laporan yang jelas, segera kirim bantuan. Jangan terlalu lama menunggu, jangan terlalu banyak data sampai berbulan-bulan. Warga butuh rumahnya bisa segera ditempati kembali,” katanya.
Berdasarkan data resmi Dinas Sosial Lombok Barat dan Tagana per Minggu, 25 Januari 2026 pukul 20.00 Wita, tercatat 5.903 Kepala Keluarga (KK) atau 17.377 jiwa terdampak bencana banjir dan angin puting beliung di sejumlah kecamatan.
Selain itu, terdapat 19 KK (61 jiwa) dan 3 KK (8 jiwa) yang masuk kategori terdampak berat. Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Sosial bersama Tagana dan relawan telah menyalurkan berbagai bantuan, antara lain beras 880 kilogram, matras 89 buah, selimut 84 lembar, family kit 81 box, makanan siap saji 330 paket, nasi bungkus 7.560 bungkus, hingga terpal 64 lembar dan tenda 5 unit.
Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Arief Suryawirawan menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya hadir dan meringankan beban masyarakat terdampak.
“Pemerintah hadir pada setiap kejadian bencana. Bantuan ini bersumber dari Pemda Lombok Barat, Pemprov NTB, dan Kementerian Sosial RI. Kami pastikan distribusi terus berjalan agar kebutuhan dasar war`ga terpenuhi,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 26 Januari 2026.
Dalam penanganan tersebut, tercatat 35 personel Tagana dan 32 relawan diterjunkan ke lapangan, didukung mobil dapur umum, truk operasional, dan mobil operasional. (Zani)



