Dorong Akses Pendidikan, Lalu Hadrian Irfani Salurkan Puluhan Ribu PIP untuk Pelajar di Lombok Barat
Lombok Barat (NTBSatu) – Ribuan pelajar di Lombok Barat (Lobar), mulai menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), yang diperjuangkan melalui jalur politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Program ini tidak hanya menyasar siswa tingkat SD hingga SMA. Tetapi mulai tahun 2026 juga mencakup anak usia taman kanak-kanak (TK).
Anggota Fraksi PKB DPRD Lombok Barat, Fauzi, mengatakan bantuan PIP yang diperjuangkan oleh Anggota DPR RI dari PKB, Lalu Hadrian Irfani, selama ini diarahkan untuk menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh bantuan pendidikan.
Menurut Fauzi, pada tahun 2025 lalu, jumlah pengajuan bantuan PIP untuk Lombok Barat mencapai sekitar 50 ribu penerima dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kurang lebih sekitar 50 ribu PIP untuk satu Kabupaten Lombok Barat yang kami upayakan. Itu mulai dari tingkat SD sampai SMA,” ujar Fauzi kepada NTBSatu, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, selama ini Fraksi PKB di Lombok Barat lebih memfokuskan pendampingan kepada siswa yang sebenarnya layak menerima bantuan. Tetapi belum terdata akibat berbagai kendala administratif.
“Kami fokus mengurus masyarakat yang memang layak dapat, tapi karena kekurangan data atau administrasi akhirnya belum menikmati PIP,” jelasnya.
Mulai Berkomunikasi dengan Sekolah
Melalui jaringan politik di tingkat pusat, terutama dengan posisi Lalu Hadrian Irfani yang berada di jajaran pimpinan Komisi X DPR RI, aspirasi terkait kebutuhan bantuan pendidikan dari daerah dinilai lebih mudah disampaikan.
Fauzi menyebut, komunikasi langsung dengan sekolah-sekolah juga dilakukan. Ini dalam rangka memastikan siswa yang membutuhkan, dapat diusulkan sebagai penerima bantuan.
“Sekolah-sekolah yang datanya belum lengkap kami bantu bimbing supaya siswa yang layak bisa masuk sebagai penerima,” katanya.
Bantuan PIP sendiri memiliki nominal yang berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk siswa SMA, bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp1,8 juta per tahun. Sementara siswa SMP menerima sekitar Rp750 ribu, dan siswa SD sekitar Rp450 ribu.
Mulai tahun 2026, cakupan penerima juga diperluas hingga tingkat TK dengan nilai bantuan yang diperkirakan setara dengan jenjang SD.
Fauzi menegaskan bahwa proses pencairan dana dilakukan langsung ke rekening masing-masing siswa sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan.
“Dana itu langsung masuk ke rekening pribadi siswa, bukan kolektif,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menekankan kepada orang tua agar dana tersebut benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak.
“Kami selalu ingatkan wali murid, setelah dana PIP cair gunakan untuk pendidikan anak, jangan sampai dipakai untuk kebutuhan lain seperti bayar utang,” katanya.
Selain memperjuangkan bantuan PIP, PKB juga mengklaim ikut mendorong perbaikan fasilitas pendidikan di Lombok Barat melalui program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
Menurunya, dalam dua tahun terakhir pihaknya aktif mengawal usulan sekolah yang mengalami kerusakan atau kekurangan ruang kelas agar dapat masuk dalam program revitalisasi.
“Sekarang banyak sekolah di Lombok Barat yang sudah diusulkan untuk mendapatkan anggaran revitalisasi di tahun 2026,” ujarnya.
Fauzi berharap, berbagai program tersebut dapat membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Lombok Barat. Sekaligus memperbaiki kualitas sarana belajar di daerah. (Zani)



