KesehatanLombok Tengah

Perangi Stigma HIV, Dinas Kesehatan Lombok Tengah Gencarkan Edukasi di Sekolah

Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Lombok Tengah mencatat, hasil skrining kasus Human Immunodeficiency Viruses (HIV) sebanyak 47 sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dua kasus dari data 2024 yang hanya 45 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Lalu Putra Wangsa mengatakan, data skrining jumlahnya tercatat 22.697 atau sekitar 99,72 persen target sasaran.

“Kalau kita lihat, mayoritas usia produktif, rata-rata di usia 25-35 tahun,” jelasnya kepada NTBSatu, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menambahkan, kategori kasus yang paling banyak adalah Laki Suka Laki (LSL). “Kategori populasi yang paling banyak kasusnya itu adalah LSL,” ujarnya.

Di balik temuan 47 kasus HIV, Dinas Kesehatan Lombok Tengah menghadapi tantangan besar berupa stigma sosial yang masih melekat kuat pada penyakit ini. Hal ini menyebabkan para penderita memilih untuk menyembunyikan status kesehatannya

Oleh karena itu, Putrawangsa mengungkapkan, perlu adanya penanganan khusus untuk kasus HIV. Sehingga, menginstruksikan seluruh petugas di 29 Puskesmas Lombok Tengah menjaga ketat privasi pasien. Langkah ini guna mencegah adanya diskriminasi pada korban.

“HIV ini kan beda perlakuannya dengan kasus penyakit lain. Kita tidak boleh publikasi datanya dan kita tidak boleh melakukan diskriminasi pada mereka,” jelasnya.

Selain upaya penjagaan privasi pasien, Dinas Kesehatan Lombok Tengah juga mulai gencarkan edukasi dan sosialisasi secara masif di sekolah hingga Posyandu, untuk mengurangi stigma masyarakat dan menormalkan pemeriksaan HIV.

“Melakukan edukasi, sosialisasi mulai dari sekolah (SMA dan SMP) sampai dengan beberapa tempat di Posyandu dan yang lain-lain,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button