Kuliner

Lima Cara Memilih Daging Segar untuk Idulfitri, Perhatikan Warna, Tekstur, dan Aroma

Mataram (NTBSatu) – Menjelang perayaan Idulfitri, masyarakat biasanya mulai berburu berbagai bahan makanan untuk hidangan Lebaran. Salah satu bahan yang paling banyak dicari adalah daging, baik daging sapi, ayam, maupun kambing untuk berbagai menu khas seperti opor, rendang, dan sate.

Namun, masyarakat perlu teliti saat membeli daging agar tetap aman untuk dikonsumsi. Mengutip dari Halodoc, masyarakat dapat memperhatikan beberapa ciri daging segar sebelum membeli.

IKLAN

Daging menjadi sumber protein hewani yang kaya vitamin dan mineral bagi tubuh. Meski begitu, daging juga berpotensi membawa bakteri yang dapat memicu penyakit jika kualitasnya sudah menurun.

Karena itu, masyarakat perlu memahami cara memilih daging segar agar terhindar dari keracunan makanan. Berikut lima cara memilih daging segar untuk Idulfitri yang bisa Anda perhatikan sebelum membeli yakni:

IKLAN

1. Perhatikan Warna Daging

Cara paling mudah mengenali daging segar adalah melalui warnanya. Daging sapi, kambing, atau kerbau segar biasanya memiliki warna merah cerah, tidak pucat, dan tidak terlihat kotor.

IKLAN

Sementara itu, daging ayam atau unggas lain memiliki warna putih kemerahan dengan serabut daging yang halus. Untuk daging babi, warna daging biasanya merah jambu tua dengan lapisan lemak berwarna putih.

2. Pilih Daging dengan Tekstur Kenyal

Tekstur menjadi salah satu indikator utama dalam memilih daging segar. Daging yang masih segar memiliki tekstur kenyal dan tidak berlendir.

Anda bisa menekan daging secara perlahan menggunakan jari. Jika daging kembali ke bentuk semula setelah ditekan, kondisi daging masih segar. Sebaliknya, daging yang lembek, lengket, atau meninggalkan bekas saat ditekan menandakan kualitasnya sudah menurun.

3. Cium Aroma Daging

Aroma juga membantu mengenali kualitas daging. Daging segar memiliki bau khas yang tidak menyengat.

Jika daging mengeluarkan bau tengik, asam, amis berlebihan, atau bau busuk, sebaiknya hindari membeli daging tersebut karena kualitasnya sudah tidak baik untuk dikonsumsi.

4. Hindari Daging yang Terlalu Berair

Permukaan daging segar biasanya terlihat relatif kering. Kondisi ini membantu menghambat pertumbuhan bakteri.

Jika daging terlihat terlalu berair atau mengeluarkan cairan berlebihan, kondisi tersebut bisa menandakan bakteri sudah berkembang. Cairan merah yang sering terlihat pada daging sebenarnya bukan darah, melainkan sari daging.

Untuk daging kemasan, periksa kondisi kemasan dengan teliti. Hindari kemasan yang bocor, sobek, atau rusak, serta selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa.

5. Pilih Produk dengan Sertifikasi Halal

Selain kondisi fisik daging, konsumen juga perlu memperhatikan sertifikasi halal pada produk daging kemasan. Sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan proses pemotongan, penyimpanan, hingga pengolahan mengikuti standar keamanan pangan.

Memilih produk dengan label halal membantu konsumen memastikan kualitas dan keamanan daging yang akan dikonsumsi.

Selain memperhatikan cara memilih daging segar, masyarakat juga perlu menyimpan dan mengolah daging dengan benar di rumah. Simpan daging mentah dalam wadah bersih dan tertutup, lalu masak sebelum melewati masa kedaluwarsa.

Saat akan memasak, cairkan daging beku terlebih dahulu hingga benar-benar mencair, kemudian masak sampai matang sempurna. Hindari membekukan kembali daging yang sudah dicairkan agar kualitasnya tetap terjaga. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button