Dugaan Perundungan Anak SD di Lombok Timur, Alami Demam hingga Lumpuh
Lombok Timur (NTBSatu) – Kasus dugaan perundungan kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Lombok Timur. Seorang siswa kelas 1 SD berinisial MHASF (7) di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, diduga menjadi korban kekerasan oleh teman sekolahnya.
Fatalnya, korban sampai mengalami patah tulang kaki kiri, memar di beberapa bagian tubuh, demam, dan kelumpuhan sementara. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Soedjono Selong.
Tim medis masih melakukan observasi lanjutan, untuk memastikan apakah cedera yang MHASF alami memerlukan tindakan operasi atau cukup dengan penanganan konservatif. Peristiwa perundungan tersebut diduga terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026.
Ayah korban, Supriadi mengaku, awalnya tidak mengetahui anaknya mengalami kekerasan di sekolah. Ia sempat mengira MHASF hanya mengalami sakit demam biasa.
Kecurigaan muncul ketika kondisi sang anak semakin memburuk. MHASF mulai kesulitan berjalan hingga akhirnya tidak bisa menggerakkan kaki kirinya sama sekali.



