90 Persen Guru KSB Berserdik, Dikbud Petakan Pemerataan dan Kekurangan Mapel
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mencatat peningkatan kualitas tenaga pendidik secara signifikan. Dari total 2.128 guru TK hingga SMP di KSB, sekitar 90 persen di antaranya kini telah mengantongi Sertifikat Pendidik (Serdik).
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Abdul Muis, S.Pd., mengungkapkan sisa 10 persen guru belum tersertifikasi masih menunggu alokasi kuota Pemerintah Pusat. Sistem pendaftaran peserta bergantung penuh pada skema dan undangan resmi pusat melalui akun masing-masing guru.
Di sisi lain, pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di sekolah negeri secara umum. Namun, pemetaan terbaru di lapangan menunjukkan distribusi guru belum merata dan masih menghadapi kekurangan pada mata pelajaran (mapel) tertentu.
“Secara umum kebutuhan guru sudah tercukupi lewat pengangkatan PPPK. Namun, kami masih kekurangan guru spesifik seperti PPKn, Agama, dan PJOK,” ujarnya Minggu, 26 Juli 2026.
Tiga Mapel Masih Kekurangan Guru
Kekurangan guru pada tiga mata pelajaran tersebut melingkupi hampir seluruh kecamatan, dengan rata-rata kebutuhan mencapai 4 hingga 5 orang per wilayah. Pihak dinas sudah menyampaikan laporan kondisi ini ke pemerintah pusat demi mengamankan alokasi formasi CPNS mendatang.
Di sisi lain, Dikbud KSB justru menemukan surplus atau kelebihan guru kelas TK dan SD di wilayah perkotaan. Guna mengatasi ketimpangan distribusi ini, dinas sedang mengkaji regulasi baru dari pusat yang mengizinkan penyaluran guru ASN dan PPPK ke sekolah swasta.
“Kelebihan guru kelas terjadi di beberapa sekolah negeri. Melalui regulasi baru ini, kami merencanakan penyaluran kelebihan guru ke sekolah swasta yang membutuhkan,” jelas Muis.
Penataan Dapodik dan Peningkatan Mutu
Mengenai pendataan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan penataan honorer, Muis menegaskan bahwa hampir seluruh guru di KSB kini telah terdaftar. Sebagian besar dari mereka telah terangkat menjadi ASN maupun PPPK, baik berstatus penuh waktu maupun paruh waktu.
Selanjutnya, Dikbud KSB berfokus memperkuat mutu pembelajaran di kelas. Salah satu langkah strategisnya adalah menjalin kemitraan dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara melalui program Biologi Learning dan Matematika Smart.
“Kami bekerja sama menjalankan program peningkatan mutu untuk mendorong kualitas pendidikan di KSB,” pungkas Muis. (*)




