Kota BimaPendidikan

SMK Negeri 2 Kota Bima Ngaku Sudah Dua Bulan Tidak Terima MBG 

Kota Bima (NTBSatu) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 2 Kota Bima mengalami kemacetan selama hampir dua bulan terakhir. Masalah teknis pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia, menjadi penyebab utama terhentinya distribusi makanan untuk ribuan siswa dan guru tersebut.

Kondisi ini berawal ketika mitra penyedia awal, SPPG Mande, terkena penangguhan operasional (suspend) akibat persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 

Dampaknya, pasokan makanan terhenti secara mendadak hingga memasuki awal semester baru.

IKLAN

Siapkan Langkah Antisipatif

Pihak SMK Negeri 2 Kota Bima tidak tinggal diam. Humas SMK Negeri 2 Kota Bima, Yeni Nurilah menjelaskan, sekolah mengambil langkah aktif. Pihaknya bergerak memutus kontrak lama dan mencari penyedia baru demi menjamin hak para pelajar.

“Hampir dua bulan kami tidak menerima pasokan makanan. Akhir semester kemarin sekitar dua bulan kita tidak jalan karena SPPG Mande masih terkena suspend masalah IPAL itu. Karena tidak ada kepastian, kami berinisiatif memutus kerja sama. Kemudian membuat MOU baru dengan MBG Monggonao,” ujar Yeni pada Selasa, 21 Juli 2026.

Meskipun telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan SPPG Monggonao, dan telah dijanjikan mulai beroperasi pada 20 Juli, pengiriman makanan belum juga terealisasi hingga hari ini. 

Pihak sekolah kini menyiapkan langkah antisipasi dengan membuka komunikasi bersama penyedia lain. Yaitu SPPG Al-Hidayah Monggonao, jika penyedia saat ini kembali gagal memenuhi komitmen dalam beberapa hari ke depan.

“Kata Pak Ahyar (pihak SPPG Monggonao), ‘Kami siap’. Janjinya tanggal 20 kemarin kami akan beroperasi, tapi sampai sekarang belum jadi. Kalau memang dalam satu dua hari ini tidak ada kepastian, kami akan coba hubungi kembali penyedia yang di depan Al-Hidayah,” tegas Yeni.

Yeni merincikan, dalam kondisi normal, total penerima manfaat MBG di SMKN 2 Kota Bima mencapai hampir 1.000 porsi. Terdiri dari 850 siswa murni serta sekitar 135 guru dan staf TU. 

Namun, untuk periode Agustus mendatang, sasaran akan dialihkan ke 600 hingga 700 siswa kelas X dan XI saja. Mengingat siswa kelas XII akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan.

Sekolah berharap, pihak pengelola MBG dan dinas terkait di Kota Bima segera memastikan kesiapan operasional penyedia. Tujuannya agar program nasional ini dapat kembali berjalan lancar.

NTBSatu telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Koordinator Wilayah SPPG Kota Bima. Namun, masih belum mendapatkan respons dari pihat terkait. (*)

Artikel Terkait