AdvertorialSumbawa

Disnakeswan Sumbawa Siapkan Sidak Daging

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Selama bulan Ramadan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa memastikan pengawasan daging di pasar tradisional segera digelar. Meski inspeksi rutin belum dilaksanakan pekan ini, jadwal pengawasan telah diprogramkan dan akan dimulai minggu depan.

Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Sumbawa, Drh. Wandi Candrianto, mengatakan pengawasan akan difokuskan pada seluruh lapak penjual daging di tiga titik pasar utama Labuan, Brang Biji, dan Seketeng.

“Untuk pengawasan bulan Ramadan ini memang belum berjalan, tapi sudah kami programkan. Insyaallah minggu depan mulai turun,” kata Wandi, Kepada NTBSatu, Selasa 24 Februari 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya bersifat eksternal di pasar, tetapi juga dilakukan secara internal melalui pembinaan terhadap Lembaga Pemotongan Hewan (LPH) dan jagal.

“Pengawasan internal lewat pembinaan LPH dan jagal tetap kami lakukan bersama tim. Jadi bukan hanya sidak di pasar,” jelasnya.

Menurut Wandi, daging yang beredar saat ini telah dipastikan layak konsumsi. Ia menepis isu beredarnya daging tanpa pengawasan.

“Yang sudah masuk pasar kita pastikan layak konsumsi. Tidak ada istilah daging gelondongan tanpa pengawasan,” ujarnya. 

Ia menambahkan, bulan puasa ini sebagian pedagang kemungkinan masih menjual stok lama. Namun pihaknya mengantisipasi masuknya stok baru agar tidak ada praktik curang.

“Untuk bulan puasa mungkin masih ada stok lama. Tapi stok baru tetap kami awasi, kalau ada yang nakal pasti kami tindak,” tambahnya. 

Dari sisi ketersediaan, Disnakeswan memastikan stok daging relatif aman. Hal ini didukung keberadaan penampungan dan kerja sama pengusaha lokal dengan perusahaan di Sumbawa maupun Mataram.

“Stok sementara ini aman. Ada penampungan pengusaha yang sudah bekerja sama dengan perusahaan di Sumbawa dan Mataram, jadi stabil,” ungkapnya. 

Terkait harga, ia menyebut belum ada lonjakan signifikan, meski sebagian komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Daging sapi saat ini di kisaran Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per kilogram. Ayam potong sekitar Rp43 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram, ayam kampung Rp65 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Telur sekitar Rp55 ribu. Sampai sekarang belum ada kenaikan signifikan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button