Pemkab Sumbawa Sebut Pengaspalan Jalan Orong Telu Butuh Dana Ratusan Miliar
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa menyebut, kebutuhan anggaran untuk pengaspalan jalan menuju Orong Telu dan sejumlah wilayah Selatan Sumbawa mencapai ratusan miliar rupiah.
Kepala Dinas PUPR Sumbawa, Muhammad Sofyan menjelaskan, kondisi fiskal daerah membuat pemerintah saat ini hanya mampu melakukan perbaikan fungsional berupa perataan dan pemadatan badan jalan.
Ia juga mengatakan, biaya pembangunan jalan aspal hotmix sangat besar, sehingga pemerintah harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau kami lakukan pengaspalan penuh, kebutuhan anggarannya sangat besar,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, program peningkatan jalan pada tahun 2023 menghabiskan sekitar Rp19 miliar untuk penanganan sepanjang 1,6 kilometer.
“Angka tersebut menjadi gambaran tingginya biaya pembangunan jalan di wilayah Selatan Sumbawa,” tambahnya.
Menurut Sofyan, penuntasan ruas Lenangguar – Teladan membutuhkan anggaran lebih dari Rp70 miliar. Sementara itu, untuk ruas Teladan – Pelita sepanjang sekitar 21 kilometer memerlukan dana lebih dari Rp100 miliar.
Kenaikan Harga BBM Pengaruhi Anggaran Proyek
Selain tingginya biaya konstruksi, Sofyan menyebut, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga ikut memengaruhi kebutuhan anggaran proyek jalan. Sofyan menyebut, harga solar kini meningkat cukup tajam dibanding perhitungan awal pemerintah.
“Kami harus menghitung ulang karena kenaikan harga BBM cukup signifikan,” katanya.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Sumbawa terus mengupayakan dukungan Pemerintah Pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Pemerintah daerah saat ini mendorong beberapa ruas prioritas, seperti Lenangguar – Teladan, Teladan – Pelita, serta Tepal – Batu Rotok.
Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan sekitar Rp88 miliar untuk IJD dalam penanganan ruas Batu Dulang – Tepal. “Kami berharap Pemerintah Pusat kembali membuka ruang bantuan anggaran agar pembangunan jalan prioritas di Sumbawa bisa berlanjut,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berusaha memperjuangkan pembangunan jalan demi mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terpencil. Menurutnya, pemerintah juga memahami kesulitan warga yang setiap hari melintasi jalan rusak.
“Kami sangat memahami kondisi masyarakat di sana. Karena itu kami terus berupaya mencari dukungan anggaran agar penanganan jalan bisa lebih maksimal,” ujarnya. (*)




