Wabup Ansori Tegaskan Kesiapsiagaan Sumbawa Hadapi Ancaman Kekeringan 2026
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, H. Mohamad Ansori, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa dalam menghadapi potensi kekeringan lahan pertanian akibat fenomena El Nino.
Wabup Ansori menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian 2026 di Kementerian Pertanian, di Jakarta, pada Senin, 20 April 2026.
Menurut Wabup Ansori, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci untuk menekan risiko gagal panen yang dapat berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumbawa.
“Langkah antisipatif harus segera dilakukan. Kami tidak ingin menunggu dampak terjadi baru bergerak. Mitigasi harus dimulai sekarang,” tegasnya, Selasa, 21 April 2026.
Rakornas tersebut dipimpin oleh Menteri Pertanian yang memberikan instruksi kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah strategis menghadapi musim kemarau.
Beberapa langkah prioritas meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan pompanisasi, tanam serentak, optimalisasi infrastruktur air, serta penggunaan benih unggul tahan kondisi ekstrem.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wabup Ansori menyatakan Pemkab Sumbawa akan segera melakukan langkah konkret di lapangan. Salah satunya dengan memperkuat sistem pemetaan daerah rawan kekeringan agar intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain itu, Pemkab juga akan mempercepat program pompanisasi guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama pada fase kritis pertumbuhan tanaman.
“Infrastruktur air menjadi prioritas. Kita akan optimalkan embung, saluran irigasi, dan pompa air agar distribusi air lebih efektif,” ujarnya.
Wabup Ansori juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Menurutnya, keberhasilan mitigasi sangat bergantung pada pendampingan yang intensif kepada petani.
Para penyuluh akan didorong untuk memberikan edukasi terkait pola tanam adaptif, efisiensi penggunaan air, serta pemilihan benih yang sesuai dengan kondisi iklim.
“Penyuluh harus hadir di tengah petani, memberikan solusi nyata, bukan hanya teori,” katanya.
Lebih lanjut, Wabup Ansori menilai keikutsertaannya dalam Rakornas merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam merespons isu strategis nasional, khususnya yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kehadiran kami bukan sekadar formalitas. Ini bentuk komitmen bahwa setiap kebijakan pusat akan segera kami tindak lanjuti di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, transparansi dan respons cepat pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Sumbawa optimistis dapat menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya komoditas strategis seperti padi dan jagung, sekaligus melindungi sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami ingin memastikan petani tetap bisa berproduksi dan tidak menjadi korban dari perubahan iklim,” tutup Wabup Ansori. (*)




