Lombok Barat

Harga Minyak Goreng Tembus Rp23 Ribu Jelang Iduladha, Pemkab Lobar Siapkan Operasi Pasar

Lombok Barat (NTBSatu) – Menjelang Hari Raya Iduladha, harga sejumlah kebutuhan pokok di Lombok Barat (Lobar) mulai merangkak naik. Kenaikan paling mencolok terjadi pada minyak goreng yang kini dijual hingga Rp23 ribu per liter di Pasar Kediri, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Lonjakan harga itu ditemukan langsung Dinas Perdagangan Lobar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kediri, Selasa, 12 Mei 2026.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, H. Moh. Adnan mengatakan, pemantauan untuk memastikan kondisi harga dan stok bahan pokok menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Iduladha.

IKLAN

“Jadi kita memantau harga pasar, khususnya di Pasar Kediri ini dalam rangka persiapan Iduladha. Kita ingin melihat apakah ada kenaikan harga atau bagaimana keterjangkauan stok di lapangan,” ujarnya, Senin, 12 Mei 2026.

Dari hasil sidak, minyak goreng menjadi komoditas yang paling mengalami kenaikan. “Yang cukup tinggi kenaikannya itu minyak goreng, sampai dua puluh tiga ribu. Ini tentu menjadi perhatian serius kami,” katanya.

Selain minyak goreng, harga daging ayam juga mulai naik tajam. Saat ini, harga ayam berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas.

Sementara itu, harga daging sapi masih tergolong stabil di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, untuk kualitas kelas satu.

“Kalau daging sapi masih standar, sekitar seratus empat puluh sampai seratus lima puluh ribu per kilogram. Tapi ayam ini yang cukup naik,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengaku mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menahan lonjakan harga, agar tidak semakin membebani masyarakat. Salah satunya melalui operasi pasar di beberapa titik sebelum Iduladha.

“Untuk menekan harga, di samping kita lakukan pemantauan, kita juga akan melaksanakan operasi pasar di beberapa titik sebelum Iduladha,” katanya.

Pasar Murah di Senggigi

Selain operasi pasar, Pemkab Lobar juga berencana menggelar pasar murah di Pasar Seni Senggigi pada 16 Mei 2026 mendatang. Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Dalam Negeri untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

“Kita juga akan adakan pasar murah di Senggigi tanggal 16 Mei. Fokus kita tetap pada kebutuhan pokok masyarakat seperti daging, beras, gula, minyak, dan sayur mayur,” ucapnya.

Meski sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan, pemerintah menilai kondisi pasar secara umum masih relatif terkendali. “Kalau komoditas lain masih fluktuatif, tapi relatif stabil. Kita harapkan kondisi ini tetap terjaga sampai Iduladha,” tutupnya. (Zani)

Artikel Terkait

Back to top button