NTB Peringkat Dua Nasional Minat Baca, Perpustakaan Lobar Klaim Ikut Dongkrak Budaya Literasi
Lombok Barat (NTBSatu) – Perpustakaan Daerah Lombok Barat (Lobar) mengklaim, turut memberi kontribusi terhadap keberhasilan NTB sebagai peringkat dua nasional dalam minat baca. Nominasi tersebut berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 yang datanya dari Perpustakaan Nasional.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar, Lalu Winengan mengatakan, Lobar menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong budaya baca. Melalui berbagai lomba dan program kreatif.
“Lobar ini salah satu kabupaten yang menyumbangkan dan berkontribusi membuat NTB sebagai daerah dengan tingkat literasi dan minat membaca nomor dua se-Indonesia,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Winengan juga mengaku, memilih pendekatan yang tidak sekadar formalitas. Tetapi, mencoba membuat perpustakaan menjadi ruang yang lebih hidup dan menarik bagi anak-anak maupun masyarakat umum.
Salah satu caranya melalui lomba bertutur, lomba resensi buku, video literasi hingga lomba perpustakaan desa dengan hadiah jutaan rupiah. “Lomba resensi buku ini tidak bisa dijalankan orang tanpa dia baca buku. Karena resensi itu kan merangkum buku,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, hadiah yang pihaknya siapkan untuk lomba literasi saja bisa mencapai Rp5 juta bagi juara pertama. “Juara 1 lima juta, juara 2 empat juta, juara 3 tiga juta,” ujarnya.
Tingkatkan Kunjungan ke Perpustakaan Daerah
Selain itu, Perpustakaan Lobar juga mulai menerapkan strategi yang lebih kreatif untuk menarik anak-anak datang membaca. Mulai dari pemberian hadiah kecil hingga rencana pembangunan kafe baca di area perpustakaan.
“Yang sering datang nanti saya kasih reward (hadiah, red). Minimal anak-anak nanti saya kasih coklat. Bukan coklat biasa, tetapi yang dari Dubai atau Turki,” katanya sambil tertawa.
Saat ini, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Lobar berkisar 30 hingga 50 orang per hari. Mayoritas pengunjung merupakan pelajar SD dan SMP yang datang untuk belajar kelompok maupun mencari referensi bacaan bersama guru mereka.
Menariknya, sebagian pengunjung bahkan datang dari Lombok Tengah karena menganggap akses ke perpustakaan Lobar lebih dekat dibanding harus ke Praya.
Meski begitu, Winengan mengakui, pengembangan fasilitas perpustakaan masih belum maksimal. Sebab, proses penataan gedung dan area parkir baru berjalan dalam beberapa bulan terakhir.
Namun ia optimistis, jika budaya baca terus didorong secara serius, dampaknya tidak hanya pada literasi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Kalau sudah minat baca ada, maka SDM kita juga meningkat,” tutupnya.
Berdasarkan data BPS 2026, NTB mencatat skor minat baca sebesar 61,19 poin dan berada tepat di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memperoleh 62,05 poin. Capaian itu menempatkan NTB di atas Sumatra Selatan yang berada di posisi ketiga nasional.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Ashari sebelumnya menyebut, capaian tersebut lahir dari penguatan literasi yang dilakukan dari tingkat desa hingga transformasi digital. “Ini bukan capaian instan, tetapi kerja bersama antara pemerintah, sekolah, komunitas hingga keluarga,” ujarnya. (Zani)




