Mataram (NTBSatu) – Kericuhan mewarnai pertandingan cabang olahraga sepak bola antara tim Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026.
Kericuhan yang melibatkan antarpemain tersebut terjadi di tengah lapangan pada saat laga masih berlangsung di GOR 17 Desember Mataram pada Rabu, 15 Juli 2026. Momen menegangkan itu kebetulan terekam jelas dalam video amatir warganet.
“Permainan akan berhenti bukan karena waktu sudah selesai. Tapi permainan akan berhenti ketika terjadinya baku pukul Kota bima vs KSB,” tulisnya, mengutip akun Facebook Saddam Ruma Me’e pada Rabu, 15 Juli 2026.
Berdasarkan video tersebut, atmosfer laga tersebut semula berjalan normal. Namun, situasi mendadak berubah tegang di dekat area kotak penalti. Sejumlah pemain dari kedua tim terlihat terlibat perselisihan fisik.
Selanjutnya, aksi saling dorong dan baku pukul antarpemain tidak terhindarkan. Peristiwa ini berlangsung di lapangan hijau yang keadaannya tampak kering dengan rumput yang menguning di beberapa bagian.
Imbauan Panitia
Situasi yang semakin memanas memaksa sejumlah ofisial, pelatih, serta petugas keamanan Porprov NTB segera berlari ke tengah lapangan. Mereka berupaya keras melerai dan memisahkan para pemain yang bertikai.
Di pinggir lapangan, perangkat pertandingan juga mencoba menenangkan situasi yang hampir tidak terkendali. Melalui pengeras suara stadion, panitia pelaksana berulang kali memberikan imbauan tegas. Imbauan ini bagi seluruh pihak yang berada di area lapangan demi mencegah kericuhan meluas ke area tribun penonton.
“Perhatian, yang tidak berkepentingan harap kembali. Pemain cadangan silakan mengeluarkan diri dari lapangan!” tegasnya.
Selain itu, panitia juga mengingatkan para penonton agar tidak ikut terpancing dan membuat situasi semakin memanas. “Perhatian, penonton harap tenang. Jangan ada yang melempar-lempar,” lanjutnya.
Evakuasi Pemain
Setelah situasi di tengah lapangan perlahan terkendali, para petugas dan tim medis segera mengevakuasi pemain yang terlibat perselisihan.
Dalam video, tampak seorang rekan tim dari Kota Bima harus memapah salah satu pemain ke luar lapangan menuju area bangku cadangan. Sementara itu, seorang pemain dari tim yang sama terlihat terduduk di pinggir lapangan setelah insiden tersebut.
Aparat keamanan bersama jajaran panitia pertandingan langsung memisahkan kedua tim ke sisi lapangan yang berbeda guna mengantisipasi adanya gesekan susulan. (*)




