Mahasiswa FK UNIZAR Raih Dua Medali Perunggu Nasional Lewat Inovasi Kesehatan dan Mitigasi Bencana
Mataram (NTBSatu) – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK UNIZAR) kembali mengharumkan nama kampus pada tingkat nasional. Mereka meraih dua medali perunggu dalam ajang Idea Festival 5 berkat inovasi di bidang kesehatan dan mitigasi bencana.
Prestasi tersebut diraih Nidya Hariyanti, Ni Ketut Septia Reni Dhamma Yanti, dan Mas Ayu Balqist Sava Phalosa. Ketiganya merupakan mahasiswa semester empat yang mengikuti kompetisi di bawah bimbingan Ayu Anulus, SST., MKM.
Idea Festival 5 merupakan kompetisi inovasi yang Sentosa Foundation gelar bersama Bogor Science Club (BSC) IPB University pada 6–7 Juni 2026. Tim FK UNIZAR berhasil membawa pulang dua penghargaan dari kategori kesehatan dan lingkungan.
Jawab Tantangan Keselamatan di Kawasan Wisata
Pada kategori kesehatan, tim menghadirkan inovasi KUTA-MANDALIKA KIT atau Model Sistem Respons Gawat Darurat untuk Menurunkan Kematian Akibat Henti Jantung di Lokasi Destinasi Wisata.
Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan sistem respons darurat yang lebih cepat di kawasan wisata, terutama Mandalika yang rutin menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional.
Melalui konsep itu, masyarakat sekitar, petugas hotel, lifeguard, hingga pelaku wisata mendapat peran untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban henti jantung sebelum tenaga medis tiba.
“Kami berharap masyarakat di kawasan wisata memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama sehingga risiko kematian akibat henti jantung dapat ditekan,” ujar tim.
Mereka menilai setiap menit sangat menentukan peluang hidup korban. Karena itu, respons cepat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan keselamatan wisatawan maupun masyarakat sekitar.
Usung Kapsul Apung untuk Mitigasi Banjir
Pada kategori lingkungan, tim memperkenalkan KAPSUL KETUPAT atau Kapsul Apung Terpadu sebagai solusi perlindungan darurat saat banjir.
Kapsul tersebut membawa berbagai perlengkapan penting, mulai dari oksigen, nutrisi darurat, selimut termal, hingga perlengkapan penunjang lainnya. Konsep ini memberi kesempatan kepada korban bertahan hidup sambil menunggu proses evakuasi.
Tim mengembangkan inovasi tersebut dengan mengambil inspirasi dari budaya mitigasi bencana di Jepang yang memiliki tingkat kesiapsiagaan tinggi.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang memungkinkan masyarakat melindungi diri secara mandiri ketika bencana terjadi sebelum bantuan datang,” kata mereka.
Menurut tim, banjir masih menjadi ancaman di banyak daerah Indonesia. Karena itu, inovasi mitigasi tidak cukup hanya berfokus pada penanganan setelah bencana, tetapi juga keselamatan masyarakat sejak fase awal.
Harap Terealisasi di Masyarakat
Bagi ketiga mahasiswa tersebut, kesehatan dan lingkungan menjadi dua sektor penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Mereka ingin menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Melalui KUTA-MANDALIKA KIT dan KAPSUL KETUPAT, kami ingin menghadirkan inovasi yang secara langsung berkaitan dengan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar mereka.
Mereka berharap KAPSUL KETUPAT dapat menjadi bagian dari sistem mitigasi di kawasan rawan banjir. Sementara KUTA-MANDALIKA KIT mereka dorong menjadi model respons kegawatdaruratan di Mandalika, lalu berkembang ke berbagai destinasi wisata lain di Indonesia.
Prestasi tersebut menambah deretan capaian mahasiswa FK UNIZAR pada ajang nasional. Capaian itu juga menunjukkan bahwa inovasi dari kampus tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berpotensi memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*)




