Pendidikan

Gubernur Iqbal Luncurkan SMK Mendunia, Targetkan Lulusan Siap Kerja

Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meluncurkan program SMK Mendunia sebagai langkah mengubah arah pendidikan vokasi di NTB. Peluncuran ini berlangsung di SMKN 5 Mataram, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menegaskan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak boleh lagi menjadi penyumbang angka pengangguran, tetapi harus melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

Gubernur Iqbal juga mengatakan, SMA dan SMK di NTB harus mengikuti kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi mengelola pendidikan vokasi dengan pola lama.

IKLAN

“SMK kita tidak bisa lagi kita kelola dengan cara biasa-biasa. Kita tidak ingin SMK terus-menerus menjadi penyumbang pengangguran,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Pemprov NTB akan memperkuat link and match antara SMK dan dunia kerja. Pemprov juga akan mengarahkan sekolah kejuruan sesuai potensi daerah agar lulusannya langsung mengisi kebutuhan industri.

Iqbal mencontohkan, Pemprov akan mengembangkan SMK di Lunyuk menjadi sekolah yang mencetak tenaga kerja bidang pertambangan, alat berat, mekanik, dan konstruksi.

IKLAN

“Ini langkahnya agar perusahaan tidak lagi beralasan kekurangan tenaga kerja terampil asal NTB,” tambahnya.

Selain meluncurkan SMK Mendunia, Pemprov NTB juga memperkenalkan program Golden Ticket untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan. Pemprov memilih tujuh kepala sekolah terbaik untuk memimpin sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas.

Gubernur Iqbal menjelaskan, pemerintah memberikan insentif khusus kepada para kepala sekolah tersebut. Mereka juga dapat memilih dua guru pendamping melalui program Silver Ticket untuk menjalankan proyek perubahan di sekolah yang menjadi tempat tugasnya.

“Ini baru pilot projec tahun ini,” katanya.

Pemprov juga akan mengarahkan dukungan anggaran dan berbagai bantuan ke tujuh sekolah tersebut agar kualitasnya meningkat.

Ia berharap, langkah itu mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah di daerah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal meresmikan relaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pemprov NTB mengizinkan sekolah memanfaatkan dana BOS untuk menambah penghasilan guru PPPK paruh waktu dan tenaga kependidikan setelah memperoleh persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tambahan Penghasilan bagi Guru PPPK Paruh Waktu

Mulai September, lanjutnya, Pemprov akan memberikan tambahan penghasilan minimum sebesar Rp500 ribu kepada guru PPPK paruh waktu. Sekolah juga dapat menambah penghasilan sesuai kemampuan dana BOS masing-masing.

Gubernur Iqbal juga meluncurkan gerakan penanaman cabai TAFSI sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi.

Ia menjelaskan, program tersebut lahir setelah NTB mengalami lonjakan inflasi akibat kenaikan harga cabai pada tahun lalu. Saat itu, pemerintah harus mendatangkan cabai dari Enrekang menggunakan pesawat karena tidak memiliki cadangan cabai.

Melalui TAFSI, setiap siswa baru akan menanam satu pohon cabai. Dengan sekitar 41 ribu siswa baru, NTB berpotensi memiliki cadangan lebih dari 20 ton cabai jika setiap pohon menghasilkan rata-rata setengah kilogram.

“Kita akan punya cadangan 20 ton lebih cabai,” ujarnya.

Menurutnya, TAFSI tidak hanya bertujuan menekan inflasi. Program itu juga mengajarkan peserta didik menjalani proses mulai dari menyemai, menanam, merawat, memanen, hingga menjual hasil panen sebagai bagian dari pembentukan life skill dan soft skill.

“Kita menumbuhkan tradisi untuk menjalani proses dan peduli kepada lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi mengatakan peluncuran SMK Mendunia menjadi momentum memperkuat sekaligus memperluas program yang selama ini sudah berjalan di sekolah kejuruan.

Pihaknya akan menyusun kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri serta menunjuk sejumlah sekolah sebagai percontohan.

Syamsul mengatakan, saat ini berbagai negara membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja, sehingga lulusan SMK NTB memiliki peluang besar memasuki pasar kerja internasional.

“Ada permintaan 2.000 tenaga kerja ke berbagai negara. Ini sebagai satu peluang,” katanya, Rabu, 15 Juli 2026.

Syamsul juga mengungkapkan Toyota Indonesia membuka kesempatan bagi alumni SMK NTB mengikuti pendidikan di Akademi Komunitas Toyota. Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan bekerja di berbagai proyek Toyota di sejumlah negara.

Ia meminta seluruh kepala SMA dan SMK segera menangkap peluang tersebut dengan menyesuaikan program pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Segera tangkap peluang ini dengan menyelaraskan diri dengan berbagai upaya yang dilakukan di satuan pendidikan,” katanya. (*)

Artikel Terkait