Prof. Sukardi Dorong GEDSI dan Ekonomi Biru Sirkular, Tekankan Peran Kampus dalam Inovasi Pesisir
Mataram (NTBSatu) – Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menekankan penguatan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) saat membuka Seminar Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Action Framework Development di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan ini mengusung tema Student-Led Inclusive Action for Blue Circular Economy, dan melibatkan Koneksi, LPDP, BRIN, Curtin University, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Brawijaya bersama Universitas Mataram.
Prof. Sukardi menyoroti kegiatan yang mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengolahan cangkang udang dalam kerangka GEDSI dan blue circular economy. Ia menilai inisiatif ini mengubah limbah yang selama ini tidak bernilai menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
“Inilah esensi transformasi yang ingin kita dorong bersama, dari limbah menjadi berkah, dari keterbatasan menjadi kekuatan, dan dari ketimpangan menuju kesetaraan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat. Ketika kelompok tersebut mendapat akses pengetahuan, keterampilan, dan peluang usaha, dampaknya meluas hingga generasi berikutnya.
Prof. Sukardi juga menekankan pendekatan GEDSI mengharuskan setiap program, kebijakan, dan inovasi memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.
“Kelompok rentan harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Perguruan tinggi memikul tanggung jawab besar untuk memastikan riset dan inovasi tidak berhenti di ruang akademik, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dorong Peran Kampus dan Kolaborasi
Dalam kesempatan itu, Prof. Sukardi menyoroti peran kampus sebagai katalisator perubahan. Ia mendorong kampus memperkuat pendampingan teknologi pengolahan cangkang udang, pelatihan kewirausahaan berbasis hasil olahan, penguatan jejaring pasar, serta kolaborasi riset lintas institusi nasional dan internasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Curtin University dan seluruh mitra yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat menghargai kolaborasi ini dan berharap kerja sama yang terjalin terus memberdayakan masyarakat pesisir melalui solusi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Prof. Sukardi juga menekankan pelibatan mahasiswa sebagai penggerak utama inisiatif GEDSI untuk menghasilkan aksi nyata di masyarakat.
Menutup sambutannya, ia berharap kegiatan ini melahirkan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan cangkang udang yang selama ini terabaikan.
“Semoga dari cangkang-cangkang udang yang selama ini terabaikan lahir ide-ide besar, usaha mandiri, dan perempuan tangguh yang menjadi penggerak perubahan,” tutupnya. (*)




