PendidikanSumbawa

Hasil Tes Urine, Puluhan Siswa di Sumbawa Positif Narkoba

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Belakangan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumbawa melakukan tes urine massal. Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pemeriksaan dilakukan secara acak. Menyasar langsung ke sejumlah lingkungan sekolah guna memetakan tingkat kerawanan di klaster pendidikan. Langkah tersebut membuahkan hasil yang cukup mencengangkan. Sekaligus, menjadi sinyal waspada bagi dunia pendidikan setempat.

Dari total 500 pelajar yang menjalani tes urine secara berkala, tim di lapangan mendapati sebanyak 71 anak sekolah dinyatakan positif narkoba. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa penyebaran zat adiktif tersebut sudah merata dan menyusup ke ruang-ruang publik.

IKLAN

“Hasilnya sangat mengagetkan dan di luar perkiraan kita. Sebanyak 71 orang positif dan mereka tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Saat ini tidak ada satu pun kecamatan di Sumbawa yang benar-benar terlepas dari paparan narkoba,” tegas Kepala Badan Kesbangpol Sumbawa, I Ketut Sumadi Arta, S.H, Rabu, 15 Juli 2026.

Atas dasar itu, pihaknya menaruh atensi penuh terhadap maraknya peredaran barang haram tersebut yang kian mengkhawatirkan. Terlebih karena telah menyasar anak-anak usia sekolah.

“Fenomena ini menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

IKLAN

Kasus narkoba, lanjut dia, tidak lagi hanya menyasar usia produktif dewasa atau pekerja. Namun sudah merembet jauh ke tingkat pelajar di berbagai jenjang pendidikan.

“Paparan narkoba ini sudah masuk ke anak-anak sekolah. Mulai dari tingkat SMA, SMP, bahkan ada yang sudah terpapar sejak duduk di bangku SD,” ujarnya.

Benteng Ketahanan Keluarga dan Ruang Rehabilitasi.

Sumadi menilai, keterbatasan personel aparat penegak hukum, BNN, maupun pihak kepolisian membuat pengawasan berlapis tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa adanya andil penuh dari lingkungan terdekat anak. Oleh karena itu, Kesbangpol mendorong penguatan benteng domestik sebagai filter utama pencegahan agar anak tidak terjerumus lebih dalam.

Orang tua memegang peranan paling krusial untuk memantau setiap perubahan perilaku, gerak-gerik, serta aktivitas anak-anak mereka saat berada di luar rumah. Ia menilai, ketahanan keluarga yang rapuh menjadi celah utama masuknya pengaruh buruk dari pergaulan bebas dan jaringan pengedar narkoba.

“Peran orang tua untuk menciptakan ketahanan keluarga itu sangat penting. Jadi orang tua ini harus benar-benar mengawasi perilaku anak-anak. Secara berjenjang di sekolah juga harus ikut mengawasi. Ada tanda-tanda perubahan pada anak-anak yang harus segera kita respons,” imbuhnya.

Menyikapi puluhan pelajar yang telanjur positif dari hasil tes urine tersebut, Kesbangpol meminta masyarakat maupun pihak sekolah tidak terburu-buru memberikan stigma negatif. Salah satunya menjauhkan mereka dari lingkungan sosial, atau langsung menempuh jalur pidana. Langkah penanganan saat ini difokuskan pada aspek kemanusiaan medis demi menyelamatkan masa depan para siswa sebagai generasi penerus daerah.

Sumadi mengimbau kepada para orang tua agar membuang rasa takut atau malu untuk melapor jika menemukan indikasi ketergantungan narkoba pada anak mereka. Pemerintah daerah menjamin hak rehabilitasi penuh agar anak-anak tersebut bisa lepas dari jerat kecanduan dan kembali produktif.

“Ketika menemukan tanda-tanda itu dan anak yang bersangkutan mau untuk direhab, maka segera bawa ke BNN untuk mendapatkan rehabilitasi. Karena kebijakan sekarang tidak lagi mengutamakan penghukuman bagi mereka yang menjadi korban, tetapi justru mengutamakan proses rehabilitasi agar bisa dipulihkan dalam kondisi awal,” pungkas Sumadi. (*)

Artikel Terkait