AdvertorialPendidikan

Gurubot Kenalkan Pembelajaran AI untuk Tingkatkan Literasi dan Numerasi Guru SD se-Pulau Lombok

Mataram (NTBSatu)Platform pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI), Gurubot menggelar Gurubot Awareness Seminar dengan mengundang guru dan kepala sekolah dasar se-Pulau Lombok. Tujuannya, untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran literasi dan numerasi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi membuka langsung kegiatan yang berlangsung di Aston Inn Mataram, pada Rabu, 20 Maret 2026.

Dalam seminar itu, peserta mempelajari kesenjangan literasi dan numerasi di Indonesia, pengenalan AI dalam dunia pendidikan. Hingga fitur utama Gurubot sebagai media pembelajaran interaktif.

IKLAN

Co-Founder Skilvul sekaligus Program Director Gurubot, Amanda Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, Gurubot merupakan aplikasi berbasis AI yang membantu siswa sekolah dasar belajar membaca, mendengarkan, memahami bacaan, hingga berhitung.

“Gurubot itu aplikasi berbasis teknologi AI untuk belajar literasi dan numerasi,” ujarnya.

Amanda juga menjelaskan, aplikasi tersebut mendukung pembelajaran siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 sesuai kurikulum nasional.

IKLAN

Saat ini, Gurubot masih menggunakan sistem online. Namun pada tahun ajaran baru mendatang, Gurubot akan menghadirkan fitur offline agar siswa di daerah tanpa akses internet tetap bisa menggunakan aplikasi tersebut.

“Nanti bisa digunakan di daerah yang tidak ada internet secara offline,” katanya.

Amanda menyebut, Gurubot mulai berjalan tahun ini di beberapa wilayah seperti Bima, Lombok, Kupang, dan Papua. Ia berharap, penggunaan teknologi AI dalam pendidikan dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan berpikir kritis siswa Indonesia.

“Harapannya nanti kita bisa berkontribusi menaikkan skor literasi dan numerasi serta kemampuan berpikir kritis anak Indonesia,” ujarnya.

Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi mengapresiasi kegiatan tersebut karena bertujuan memfasilitasi peningkatan literasi dan numerasi siswa di NTB.

“Tujuan utamanya memfasilitasi upaya peningkatan literasi numerasi siswa, yang tentu Provinsi NTB membutuhkan itu,” ujarnya.

Menurut Syamsul, kemampuan literasi dan numerasi menjadi gambaran masa depan bangsa. Karena itu, peningkatan dua kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.

“Kalau kita mau gambaran masa depan bangsa kita menjadi cerah, maka salah satu kunci dalam perspektif pendidikan adalah kemampuan literasi dan numerasi siswa,” katanya.

Ia juga menilai, kegiatan tersebut linear dengan rapor pendidikan nasional. Sebab, kemampuan literasi dan numerasi menjadi salah satu indikator layanan dasar pendidikan.

“Kalau ternyata literasi numerasinya tidak bagus, maka tentu sulit kita mengatakan layanan kita sudah terpenuhi,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, seminar tersebut memperkenalkan aplikasi yang dapat membantu guru meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. “Ini memperkenalkan satu aplikasi yang guru gunakan dalam rangka untuk meningkatkan literasi dan numerasi,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas seminar, tetapi para guru dapat menindaklanjuti dan mengaplikasikan materi saat kegiatan belajar mengajar. “Harapan kami ini tidak hanya selesai di seminar-seminar, tetapi juga ditindaklanjuti oleh para guru, diaplikasikan,” ujarnya.

Meski demikian, Syamsul mengingatkan penggunaan teknologi tetap harus berada di bawah kendali guru. “Teknologi itu bukan segalanya, tetapi teknologi yang dikendalikan oleh guru,” katanya.

Seminar tersebut turut menghadirkan Pemateri dari Tenaga Ahli Gubernur NTB Bidang Pendidikan sekaligus dosen FKIP Universitas Mataram, Ahmad Junaidi, serta Learning Specialist and Facilitator Gurubot, Indah Febryyani. (*)

Artikel Terkait

Back to top button