Pasca Insiden Pembacokan, Udayana Dijaga Ketat hingga Pagi

Mataram (NTBSatu) – Polresta Mataram mengintensifkan patroli hingga pagi pascainsiden pembacokan yang terjadi di Jalan Udayana, Minggu dini hari, 13 Juli 2026.
Langkah tersebut bertujuan mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memberi rasa aman bagi warga yang melintas maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
Kasubsi Penmas Humas Polresta Mataram, Aiptu Putu Ariawan Wicaksana mengatakan, personel menyisir sejumlah titik rawan, terutama sepanjang Jalan Udayana hingga Jalan Imigrasi.
“Kami mulai mengintensifkan patroli sampai pagi sebagai langkah antisipasi agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Kronologi Pembacokaan
Putu menjelaskan, penyelidikan mengungkap insiden pembacokan berawal saat seorang perempuan melintas di Jalan Imigrasi, sekitar Hotel Prime Park. Saat itu, sekelompok pria diduga menggoda perempuan tersebut. Setibanya di rumah, korban menceritakan kejadian itu kepada teman-teman prianya.
Mendengar cerita tersebut, sekelompok pemuda mendatangi lokasi untuk mencari pria yang diduga melakukan pelecehan verbal. Keributan pun tak terhindarkan.
Dalam situasi itu, korban pembacokan justru menjadi salah sasaran karena lokasi kejadian dipenuhi banyak pemuda.
Polresta Mataram telah menangkap lima terduga pelaku. Penyidik masih mendalami peran masing-masing sekaligus melengkapi alat bukti untuk proses hukum.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi, memastikan jajarannya tetap berjaga di Pos Terpadu Udayana bersama aparat gabungan.
Satpol PP juga terus memperkuat koordinasi dengan Polresta Mataram dan Kodim 1606/Mataram agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polresta dan Kodim 1606 Mataram. Ke depan kami menyiapkan skenario pengamanan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Menurut Irwan, Pos Terpadu Udayana melibatkan personel Satpol PP bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Sinergi dengan TNI dan Polri terus memperkuat keamanan kawasan Udayana, terutama pada malam hingga menjelang pagi.
Irwan mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta warga menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian serta menghindari tindakan balasan yang berpotensi memicu konflik.
“Kami ingin masyarakat tetap merasa aman. Soal proses hukum, biar kepolisian yang menangani. Kami fokus menjaga ketertiban dan mendukung pengamanan di kawasan Udayana,” pungkasnya.
(*)




