Sumbawa Barat

Pendaftar Program PRIMA KSB Jepang Membeludak di Hari Pertama Pembukaan

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat resmi membuka pendaftaran Program PRIMA tujuan negara Jepang sejak hari ini, Rabu, 1 Juli 2026. Masyarakat setempat menyambut antusias program unggulan ini. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., mengonfirmasi tingkat antusiasme awal yang sangat tinggi dari para pemuda daerah.

“Baru kami umumkan saja sudah 78 orang yang daftar pada hari pertama ini,” kata Slamet Riadi kepada NTBSatu, Rabu, 1 Juli 2026. 

IKLAN

Jumlah pelamar program PRIMA KSB Jepang berpotensi terus bertambah hingga penutupan masa pendaftaran nanti. Panitia membuka masa pendaftaran resmi mulai tanggal 1 Juli hingga 22 Juli mendatang.

Seluruh pendaftar akan menjalani masa seleksi ketat guna menyaring 50 peserta terbaik. Para peserta terpilih kelak akan mengikuti pelatihan intensif selama sembilan bulan penuh.

Masa pembekalan tersebut meliputi penguasaan bahasa dasar serta pembentukan karakter disiplin kerja. Pemkab KSB mengalokasikan anggaran khusus melalui skema APBD untuk mendukung penuh program ini.

IKLAN

“Skema pertama senilai 35 juta rupiah akan bersumber dari dana APBD kita,” ujarnya. 

Program ke Jepang Gratis

Pemerintah menggratiskan komponen biaya tersebut untuk meringankan beban finansial para pemuda. Sementara itu, pihak perbankan akan membantu sisa kebutuhan akomodasi melalui sistem pinjaman modal.

Peserta hanya perlu mengembalikan uang pokok tanpa beban bunga karena pemerintah menanggung subsidi tersebut. Lembaga pengelola juga menjamin sistem pengawasan ketat terhadap kondisi para pekerja selama merantau.

Pihak yayasan akan memantau perkembangan karier serta kesehatan mental peserta setiap tiga bulan. “Kami akan mengatur manajemen keuangan mereka agar mereka pulang membawa modal usaha,” ujarnya.

Langkah matang ini bertujuan mencetak wirausahawan baru yang mandiri saat kembali ke daerah. Program strategis ini memproyeksikan masa kontrak kerja yang cukup panjang bagi para pemuda.

“Pak Bupati berencana untuk mengecek langsung kondisi pabrik rekanan kita di sana,” pungkasnya. 

Kunjungan kerja tersebut akan memastikan keamanan lingkungan kerja seluruh pemuda Sumbawa Barat. (*)

Artikel Terkait