Sumbawa Barat

Targetkan Tiga Medali Emas, Cabor Gulat KSB Matangkan Persiapan Jelang Porprov NTB

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pengurus Cabang (PC) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumbawa Barat mematangkan persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Mereka memusatkan fokus latihan di Kota Mataram, guna memaksimalkan performa para atlet gulat daerah.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumbawa Barat, Syarafuddin S.T, mengungkapkan, keputusan ini bertujuan menghindari aktivitas perjalanan yang melelahkan. Jarak jauh antara wilayah Sumbawa Barat dan tempat kuliah berpotensi memengaruhi fokus persiapan mereka.

“Pusat pelatihannya di Mataram posisinya karena atletnya kebetulan mahasiswa yang kuliah di sana. Jadi kita pusatkan pelatihannya di Mataram saja biar mereka tidak bolak-balik ke sini,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 9 Juni 2026.

IKLAN

PGSI Sumbawa Barat mengirimkan delapan orang atlet terbaik mereka menuju Porprov NTB 2026. Skuad gulat Bumi Pariri Lema Bariri ini membawa lima atlet laki-laki dan tiga atlet perempuan.

Para petarung gulat ini tergolong sangat produktif. Usia rata-rata para atlet tersebut berada pada kisaran 18 hingga 20 tahun.

Target Tiga Emas dari Tim Muda Gulat KSB

Meskipun gulat termasuk cabang olahraga baru, pengurus langsung memasang target tinggi. Mereka optimis meraih minimal tiga medali emas demi mendongkrak posisi kontingen daerah.

IKLAN

“Targetkan kemarin itu minimal tiga medali emas. Dari intensitas latihannya, apa yang kita targetkan itu bisa kita capai,” katanya. 

Pengurus mulai mengonfirmasi penyesuaian intensitas porsi latihan tim gulat menjelang pelaksanaan kompetisi resmi. Mereka mengurangi frekuensi latihan dari 14 kali seminggu menjadi tujuh kali seminggu saja.

Penurunan porsi latihan ini bertujuan menjaga kondisi fisik para atlet gulat. Langkah tersebut mampu mengurangi risiko cedera fatal sebelum hari pertandingan tiba.

“Sekarang berkurang karena memang tidak memforsir karena kebetulan tinggal sebulan lagi. Takutnya terjadi insiden hal-hal yang tidak diinginkan sehingga atletnya terkendala nanti pas hari H,” jelasnya.

Manajemen mengandalkan langkah naturalisasi atlet lama yang pernah membela daerah lain sebelumnya. Atlet perempuan asal Desa Baru Kecamatan Alas menjadi salah satu andalan pendulang medali emas.

Pengurus menerapkan strategi jangka pendek ini karena masyarakat lokal belum terlalu mengenal cabang olahraga gulat. Kehadiran para atlet senior tersebut akan memicu minat generasi muda Sumbawa Barat.

“Kita coba istilahnya naturalisasi, kita kumpulkan atlet lama. Kita ambil untuk sebagai triggerlah nanti untuk merekrut atlet baru yang betul-betul dari KSB,” tuturnya.

Pengurus memantau perkembangan fisik tim melalui satu kali kunjungan langsung dan agenda sparing. Atlet gulat Sumbawa Barat menghadapi tim kuat Kota Mataram dan Lombok Tengah saat evaluasi.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbawa Barat mengalirkan dukungan penuh kepada tim gulat. Sinergi anggaran mendorong realisasi target besar menembus posisi lima besar klasemen akhir. (*)

Artikel Terkait