Diskoperindag KSB Ajukan Rp16 Miliar di APBD-P untuk Renovasi Pasar Tana Mira
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, mengajukan anggaran sebesar Rp16 miliar melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), untuk merevitalisasi Pasar Tana Mira Taliwang.
Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman menjelaskan, pihaknya tengah merampungkan seluruh dokumen perencanaan teknis sebelum pengerjaan fisik dimulai. Mereka bergerak cepat agar realisasi proyek ini berjalan sesuai jadwal.
“Kami langsung memulai tahapan perencanaan setelah dewan mengetok palu APBD Perubahan,” ujar Suryaman kepada NTBSatu, Kamis 25 Juni 2026.
Otoritas daerah memprioritaskan perombakan total pada sejumlah titik krusial pasar induk tersebut. Penataan ulang menyasar area depan yang selama ini menjadi pusat toko emas.
Petugas juga akan merobohkan bangunan los pada bagian tengah pasar yang kondisinya memprihatinkan. Langkah ini bertujuan menciptakan tata ruang baru yang lebih representatif dan nyaman.
Diskoperindag akan mengubah arah hadap bangunan agar selaras dengan konsep pasar modern. Desain baru tersebut otomatis menutup total akses luar dari arah terminal belakang.
“Langkah ini akan memudahkan petugas mengontrol sistem parkir yang selama ini sangat semrawut,” tambah Suryaman.
Manajemen pasar akan memasang portal elektronik terpusat pada pintu masuk utama bagian depan. Sistem digital tersebut menjamin penataan parkir kendaraan pengunjung menjadi lebih tertib.
Revitalisasi ini juga mengakomodasi penambahan beberapa item kios baru di dalam pasar. Fasilitas ekstra tersebut bakal menampung para pedagang yang belum mendapatkan lapak layak.
“Kami berharap usulan anggaran Rp16 miliar ini mampu menuntaskan seluruh persoalan fasilitas pasar,” tambahnya.
Dongkrak Ekonomi Daerah
Pemerintah optimis, wajah baru Pasar Tana Mira akan mendongkrak volume roda perekonomian daerah. Lingkungan pasar yang bersih dan rapi pasti menarik minat lebih banyak pengunjung.
Dukungan penuh dari masyarakat dan para pedagang menjadi kunci utama kelancaran pembangunan ini. Semua pihak menginginkan pusat perdagangan yang aman, bersih, serta bernuansa modern.
“Proses pembangunan fisik segera bergulir begitu semua tahapan administrasi selesai,” pungkasnya. (*)




