HEADLINE NEWSPemerintahan

Perjalanan Karier dr. Jack, dari Direktur RSUP hingga Kepala Bapenda NTB

Mataram (NTBSatu) – Kabar meninggalnya dr. Lalu Herman Mahaputra alias dr. Jack menghadirkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat NTB. Sosok dokter sekaligus birokrat tersebut menghembuskan napas terakhir pada Selasa malam, 10 Maret 2026, saat berada di Jakarta.

Duka mendalam disampaikan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Melalui Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik menyampaikan, kabar wafatnya almarhum terasa begitu mendadak bagi keluarga maupun kolega di lingkungan pemerintahan.

IKLAN

“Beliau siang sampai sore masih sempat berkomunikasi dengan teman-teman OPD lewat grup WhatsApp . Ada juga yang bicara secara langsung,” kata Aka, sapaan Ahsanul Khalik.

IKLAN

Di balik kabar duka tersebut, dr. Jack meninggalkan rekam jejak pengabdian panjang pada sektor kesehatan dan birokrasi pemerintahan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

IKLAN

Pendidikan dr. Jack

Melansir laman resmi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB pada Rabu, 11 Maret 2026, dr. Lalu Herman Mahaputra lahir di Pancor, Lombok Timur, pada 10 November 1968. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Karang Jangkong. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMPN 2 Mataram dan SMAN 1 Mataram.

Minat besar pada bidang kesehatan membawa dr. Jack melanjutkan pendidikan kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. Ia meraih gelar dokter pada 2001. Kemudian, ia memperdalam ilmu kesehatan melalui program Magister Kesehatan pada Universitas Indonesia Timur Makassar pada 2003.

Keinginan memperluas wawasan membuatnya kembali melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Magister Hukum pada Universitas Hang Tuah Surabaya pada 2018.

Perjalanan Karier dr. Jack

Sementara itu, karier profesional dr. Jack bermula sebagai Direktur RSI Yatofa pada periode 1998 hingga 2001. Setelah itu, ia menjalankan tugas sebagai dokter umum pada Dinas Kesehatan Kota Mataram sejak 2001 sampai 2006.

Perjalanan kariernya terus berkembang melalui sejumlah posisi penting dalam lingkungan Dinas Kesehatan Kota Mataram. Ia pernah memimpin Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit, Seksi Bina Rumah Sakit, serta Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan.

Kepercayaan besar datang pada 2009 ketika Pemerintah Kota Mataram menunjuknya sebagai Direktur RSUD Kota Mataram. Ia menjalankan jabatan tersebut hingga 2021. Peran penting juga ia jalankan saat pandemi Covid-19 melalui tugas sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kota Mataram sejak 2019 hingga Maret 2021.

Pemerintah Provinsi NTB kemudian memberikan amanah baru kepada dr. Jack sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB sejak Maret 2021. Pada masa yang sama ia juga aktif dalam upaya penanganan pandemi sebagai anggota Satgas Covid-19 NTB serta Ketua Satgas Vaksin Covid-19 NTB.

Awal 2026, menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Pemerintah Provinsi NTB menunjuk dr. Jack sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi NTB sejak Januari 2026.

Selain menjalankan tugas pemerintahan, dr. Jack juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan sosial. Ia pernah menjalankan peran sebagai Koordinator Bidang Dana dan Usaha IDI Cabang Mataram, Sekretaris ARSADA NTB, Ketua PERSI, Ketua MAKERSI, serta Ketua PMI Provinsi NTB.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan dedikasi besar dr. Jack bagi sektor kesehatan, organisasi sosial, serta pelayanan publik di NTB. Sosoknya meninggalkan kenangan mendalam bagi banyak orang yang pernah bekerja dan berinteraksi dengannya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button