Daerah NTB

Kecamatan Lape Sumbawa Jadi Wilayah Terlama Tanpa Hujan di NTB Sepanjang April 2026

Mataram (NTBSatu) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB mencatat Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, sebagai wilayah dengan durasi hari tanpa hujan terpanjang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang April 2026. Berdasarkan data monitoring per 20 April 2026, Lape mengalami kondisi kering selama 26 hari berturut-turut.

Peta pemantauan BMKG menunjukkan variasi kondisi cuaca di sejumlah wilayah NTB. Di Pulau Lombok, sebagian wilayah seperti Lombok Tengah dan Lombok Timur mencatat periode tanpa hujan pada kisaran 11 hingga 20 hari.

Sementara itu, Lombok Barat dan Lombok Utara masih menerima hujan, meski dengan intensitas ringan dan tidak merata.

Kondisi serupa juga terlihat di Pulau Sumbawa. Selain Lape, wilayah seperti Plampang, Empang, dan beberapa bagian Dompu mencatat hari tanpa hujan dalam kategori menengah, yakni antara 11 hingga 20 hari. Di sisi lain, sebagian wilayah Sumbawa barat dan Bima masih mengalami hujan ringan, walau frekuensinya mulai berkurang.

Peralihan Musim Tekan Curah Hujan

Prakirawan Muda Stasiun Klimatologi BMKG NTB, I Gede Widi Hariarta menjelaskan, tren penurunan curah hujan mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. “Dilihat dari analisis dasarian, curah hujan di NTB sudah mulai menurun. Begitu juga pada beberapa dasarian berikutnya,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 22 April 2026.

Ia menegaskan, kondisi di Lape tidak berkaitan dengan puncak musim kemarau. Menurutnya, wilayah NTB saat ini masih berada pada fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli, Agustus, dan September. Jadi kondisi sekarang bukan tanda memasuki puncak kemarau,” katanya.

Beberapa wilayah memang lebih dulu memasuki musim kemarau, sehingga tidak menerima hujan dalam beberapa waktu. Sehingga, hal ini masih normal.

“Wilayah seperti Lape yang tidak mengalami hujan selama beberapa hari itu merupakan hal yang wajar pada periode ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi musim kemarau tahun 2026 berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Karena itu, masyarakat perlu mulai melakukan antisipasi sejak dini. “Masyarakat kami imbau menampung air sebanyak mungkin, terutama di wilayah yang belum memasuki musim kemarau,” jelasnya.

Sementara itu, masyarakat di wilayah yang sudah mengalami kondisi kering diminta mengelola sumber daya air secara bijak. “Wilayah seperti Lape perlu menjaga ketersediaan air dan mengatur penggunaan irigasi secara efektif,” tambahnya.

BMKG memastikan, Lape menjadi wilayah dengan hari tanpa hujan terpanjang hingga saat ini. Wilayah lain di NTB masih menunjukkan kondisi yang beragam, mulai dari kering kategori menengah, hingga masih mengalami hujan ringan sesuai karakteristik masing-masing daerah. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button