Bulog Sumbawa Serap 49 Ribu Ton Gabah, Optimalkan Panen Raya Kejar Target Tahunan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Perum Bulog Cabang Sumbawa mencatat, realisasi penyerapan gabah hingga saat ini mencapai 49.400 ton. Sementara itu, penyerapan jagung masih berada di angka 3.100 ton seiring belum masuk puncak panen raya komoditas tersebut.
Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto menyampaikan, pihaknya terus mengoptimalkan serapan hasil panen petani baik gabah maupun jagung.
“Untuk penyerapan gabah sampai kemarin sudah mencapai 49.400 ton. Kemudian, jagung 3.100 ton dan saat ini masih panen, kami terus mengoptimalkan serapan,” katanya kepada NTBSatu, Rabu, 22 April 2026.
Pada 2024, Bulog Sumbawa menargetkan penyerapan setara 59.000 ton beras dan 60.000 ton jagung. Meski terdapat selisih cukup besar antara realisasi dan target, Ristanto menegaskan, capaian tersebut masih sesuai jalur karena perhitungan target berlangsung dalam periode Januari hingga Desember.
“Target berlaku satu tahun. Kami fokus memanfaatkan momentum panen raya serta bekerja sama dengan mitra penggilingan di Sumbawa. Untuk jagung, puncak panen diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juni,” jelasnya.
Terkait harga pembelian, Bulog masih mengacu pada Harga Pokok Penjualan (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung di pintu gudang.
Gudak Induk Penuh
Dalam pelaksanaannya, Bulog Sumbawa tidak menghadapi kendala berarti, terutama dari sisi cuaca yang mulai membaik. Namun, kapasitas gudang menjadi perhatian karena gudang induk saat ini sudah penuh.
“Gudang induk sudah penuh, tetapi stok terus bergerak ke luar daerah. Kami juga menyiapkan gudang sewa untuk mengantisipasi kebutuhan penyimpanan,” katanya.
Di sisi distribusi, Bulog Sumbawa juga melaksanakan Movement Nasional (Movenas) untuk komoditas jagung dan beras. “Jagung sisa stok tahun sebelumnya sekitar 100 ton kami alokasikan untuk dikirim ke Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Bulog terus menyalurkan beras secara bertahap ke berbagai daerah, termasuk NTT dan Bali. Ristanto berharap, kondisi cuaca ke depan tetap mendukung agar penyerapan hasil panen berjalan optimal hingga akhir tahun.
“Semoga kondisi panen dan cuaca mendukung sehingga target serapan gabah dan jagung tercapai,” tutupnya. (*)



