Bulog Sumbawa Pastikan Stok Pangan Aman hingga Akhir 2025
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pimpinan Cabang Perum Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah Kabupaten Sumbawa dalam kondisi aman hingga akhir 2025.
Zuhri mengungkapkan, seluruh target penyerapan komoditas utama seperti beras, gabah, dan Gabah Kering Panen (GKP) telah mencapai 100 persen. Hal tersebut sesuai penugasan nasional yang berlangsung hingga 31 Desember mendatang.
“Untuk stok pangan kita aman. Termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Sumbawa Besar, tidak ada kekhawatiran kekurangan pasokan. Semua stok sudah dipastikan cukup hingga tahun depan,” kata Zuhri kepada wartawan, Selasa, 11 November 2025.
Data Bulog mencatat, stok beras di gudang Bulog Sumbawa mencapai sekitar 21.000 ton. Dari jumlah itu, realisasi penyerapan beras telah mencapai 3.548 ton, gabah 1.386 ton, dan GKP 76.451 ton.
Sementara kebutuhan beras untuk KSB sekitar 1.500 ton per tahun atau setara 138 ton per bulan, sedangkan wilayah Sumbawa Besar sendiri mencapai 3.500 ton.
Menurut Zuhri, kinerja Bulog Sumbawa didukung oleh banyaknya mitra penggilingan besar yang beroperasi di wilayah tersebut, sehingga kualitas beras yang diserap terjamin baik.
“Kualitas beras di Sumbawa sudah teruji. Kami juga siap melakukan move stok ke daerah lain di NTB yang membutuhkan, agar distribusi pangan tetap lancar,” jelasnya.
Selain menjaga stok, Bulog juga memantau stabilitas harga di pasaran. Saat ini, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp13.000, dan beras premium Rp14.900. Seluruhnya masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami akan jaga kestabilan harga sampai akhir tahun, agar masyarakat tetap mudah mendapatkan pangan dengan harga wajar,” ujar Zuhri.
Bulog Sumbawa berkomitmen, untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah melalui penyerapan maksimal dan pengelolaan distribusi yang efisien. (*)



